Rabu, 28 Desember 2011
Rabu, 23 November 2011
Madu sebagai obat semua penyakit termasuk aids
tanya jawab di forum majelis rasulullah saw :
Pertanyaan
habib munzir yang ane muliakan ada beberapa hal yang ingin ane tanyakan mengenai penyakit dan obatnya..
1. bagaimana cara menyembuhkan penyakit kista, tumor, dan kanker selain dengan cara pengangkatan(operasi)?soalnya tidak sedikit kluarga ane yang menjadi korban
2. habib, tolong berikan ane resep doa, dan pola makan atau menu makanan sehat sempurna ala sang bintang, sayyidina muhammad SAW..
Jawaban
banyak
resep nabawiy, saya ajarkan salah satunya, konsumsi madu setiap hari,
itu sudah cukup mengobati seluruh penyakit, Allah yg menyatakannya :
“…Keluar dari perut lebah itu minuman yg beragam warna, yg mengandung
kesembuhan bagi manusia, dan padanya terkandung tanda tanda kebesaran
Allah bagi yg mau berfikir” (QS Annahl 69).
ada saudara kita terkena aids, ia mengkonsumsi madu setiap hari dg maksud memperkuat kondisi saja, kematiannya sudah menghantuinya, sampai tubuhnya sudah tinggal kulit dan tulang, ia tak punya uang utk berobat, ia hanya makan madu sebagai obat, dan dalam 6 bulan ia sudah sembuh total, dan ketika diperiksa oleh tim dokter, virus aids nya sudah dibawah nol., maksudnya ada sisa virusnya namun sudah lumpuh dan jauh dibawah stadium aids, ia sembuh, menikah, berketurunan hingga kini dalam kebahagiaan.
terngiang kembali firman Maha Raja Alam semesta :
“…Keluar dari perut lebah itu cairan minuman yg beragam warna, yg mengandung kesembuhan bagi manusia, dan padanya terkandung tanda tanda kebesaran Allah bagi yg mau berfikir” (QS Annahl 69).
sumber : forum tanya jawab majelis rasulullah saw
Pertanyaan
habib munzir yang ane muliakan ada beberapa hal yang ingin ane tanyakan mengenai penyakit dan obatnya..
1. bagaimana cara menyembuhkan penyakit kista, tumor, dan kanker selain dengan cara pengangkatan(operasi)?soalnya tidak sedikit kluarga ane yang menjadi korban
2. habib, tolong berikan ane resep doa, dan pola makan atau menu makanan sehat sempurna ala sang bintang, sayyidina muhammad SAW..
Jawaban
ada saudara kita terkena aids, ia mengkonsumsi madu setiap hari dg maksud memperkuat kondisi saja, kematiannya sudah menghantuinya, sampai tubuhnya sudah tinggal kulit dan tulang, ia tak punya uang utk berobat, ia hanya makan madu sebagai obat, dan dalam 6 bulan ia sudah sembuh total, dan ketika diperiksa oleh tim dokter, virus aids nya sudah dibawah nol., maksudnya ada sisa virusnya namun sudah lumpuh dan jauh dibawah stadium aids, ia sembuh, menikah, berketurunan hingga kini dalam kebahagiaan.
terngiang kembali firman Maha Raja Alam semesta :
“…Keluar dari perut lebah itu cairan minuman yg beragam warna, yg mengandung kesembuhan bagi manusia, dan padanya terkandung tanda tanda kebesaran Allah bagi yg mau berfikir” (QS Annahl 69).
sumber : forum tanya jawab majelis rasulullah saw
Rabu, 28 September 2011
SALAWAT FATIH YANG TERLUPAKAN DAN BANYAK YANG TIDAK MENGETAHUINYA
Shalawat al-Fatih dan disusun oleh sayid imam almaktum abu abbas ahmad bin muhammad attijani:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَااُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِالْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى اِلى صِرَاطِك َالْمُسْتَقِيْم وَعَلى الِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ.
ya Allah, limpahkanlah
rahmat, keselamatan, dan keberkahan kepadajunjungan kami, Nabi Muhammad
saw., yang membuha sesuatuyang tertutup, yang menu-tup sesuatu yang
terdahulu, yang menolon.g kebenaran dengan kebenaran, yang memberikan
petunju...k
pada jalan-Muyang lurus. Semoga Allah memberikan rahmat kepada Nabi
Muhammad saw., keluarganya, dan para sahabatnya dengan kekuasaan dan
ukuran Allah Yang Mahaagung.
kegunaan dan manfaat /keberkahan salawat Shalawat al-Fatih dan disusun oleh sayid imam almaktum abul abbas ahmad bin muhammad attijani:
1 Untuk menghilangkan pikiran yang resah atau susah;
2. Barang siapa membaca sholawat al Fatih tersebut, seumur hidup sekali saja Insya Allah diselamatkan dari api neraka.
3 .Membaca Sholawat Al Fatih satu kali seperti membaca sholawat 10.000 x (ada yang mengatakan 600.000 x )
4. Untuk melepaskan semua kesulitan misalnya agar dapat segera membayar
hutang, urusan yang sukar segera dapat solusinya, agar rizqinya lancar
dll. Untuk memperoleh sesuatu yang dimaksud sebaiknya shalawat fatih tsb
dibaca secara kontunue (langgeng) terutama dibaca tengah malam 100 x
selama 40 hari, atau lebih ampuh lagi dibaca setiap hari tiap malam
dengan cara shalat hajat dua rakaat, setelah salam hadiah fatihah kepada
para Nabi, auliya', syuhada' ulama', ahli qubur yang mu'min, kemudian
membaca sholawat Fatih;
5. Apabila
sholawat fatih dibaca setelah shalat shubuh 21 x Allah akan memberi luas
rizqinya, sabar hatinya, selamat diri dan keluarganya terhindar dari
semua bala' dan bencana atau malapetaka.
6. Dan siapa orang yang membaca sholawat Fatih 1000 x pada malam Jum'at
atau malam Kamis atau malam Senin, maka orang tadi besok dapat berkumpul
dengan Nabi Muhammad SAW. adapun caranya sebelum membaca Sholawat
Shalat sunnah 4 rakaat: rakaat pertama ba'da Fatihah membaca Surat Al
Qadar, rakaat ke dua membaca Surat Al Kafirun, rakaat ke tiga membaca
Surat Al Falaq, dan rakaan ke empat membaca Surat An Nas (Afdholus
Sholawat :142)
Minggu, 04 September 2011
Sabtu, 20 Agustus 2011
kisah nyata seorang sufi dan suka humor mendapatkan malam lailatul qodar
Abu Hani Muhammad bin Hakami -atau yang lebih dikenal dengan Abu Nawas- lahir di Persia tahun 735. Seorang sastrawan terbesar pada zaman kekuasaan Sultan Harun Al Rasyid al Abassi yang menjadi khalifah Dinasti Abasiyah tahun 786-890.
Abu nawas banyak menggubah sajak-sajak bercorak leluhur dan senda gurau (mujuniyat), ahli merangkai syair tentang cinta dan kecantikan wanita, pujian terhadap seseorang, bahkan SINDIRAN HALUS NAMUN TAJAM.
arena kelakuannya yang tak bermoral, bahkan kemungkinan Atheis, Abu Nawas tidak disukai kalangan agamawan dan mereka yang menjunjung tinggi adab kesopanan.
ada suatu malam -konon di malam Lailatul Qodar- ia didatangi seseorang tak dikenal yang berkata:
Ya Abu Hani, idza lam takun milhan tuslih, fa la takun zubabatan tafsid
Hai Abu Hani, jika engkau tak mampu menjadi garam yang melezatkan hidangan, jangan lah engkau menjadi lalat yang menjijikan merusak hidangan itu
Peristiwa di malam Lailatul Qodar itu membawa perubahan besar kepada Abu Nawas. Ia menyadari kesalahan-kesalahannya. Menyadari bahwa selamanya hanya menjadi lalat menjijikan yang membuat sebal orang lain.
Bertobatlah ia.
Syair-syairnya diganti dengan dzikir, malam-malam memabukan diganti dengan i’tikaf di masjid. Yang keluar dari bibirnya ialah ayat-ayat Al Qur’an, yang terpikir dikepalanya ialah ke Maha Agungan Tuhan yang mampu merubah tabiat buruk manusia dalam sekejap Malam dihabiskan dnegan menghinakan diri dihadapan Tuhan yang Maha Mulia siang dihabiskan dengan mencari karunia petunjukNya ke gurun dan samudera RahmatNya
Sebaik-baiknya ibadah umatku ialah membaca Al Qur’an. Maka Al Qur’an yang tersurat, tersirat, dan tersuruk dibaca dan digubahnya dalam puisi puji-pujian.
Salah satu karya puisi terakhirnya yang terkenal hingga kini, dijadikan senandung di pesantren-pesantren dan nasyid di kalangan remaja:
Illaahi lastulil firdfausi a’laa wa laa aqwaa ‘alan naaril jahiimi fahablii taubatan waghfir dzunuubi fainnaka ghoofiru dzanbil adziiimi
Ya Alloh tak pantas (surga) firdaus untukku tapi aku tak kuat memasuki nerakamu maka atas segala dosaku, aku bertobat karena ampunanmu lebih luas.
Demikianlah, seorang pemabuk yang hampir terjatuh ke jurang kehancuran. diselamatkan di malam Lailatul Qodar menjadi penyair dengan karya yang dikenang sepanjang Zaman.
Lalu, bagaimana dengan kita menjelang malam Lailatul Qodar ini?
SUMBER :http://www.facebook.com/no te.php?note_id=43849323690 6
Abu nawas banyak menggubah sajak-sajak bercorak leluhur dan senda gurau (mujuniyat), ahli merangkai syair tentang cinta dan kecantikan wanita, pujian terhadap seseorang, bahkan SINDIRAN HALUS NAMUN TAJAM.
arena kelakuannya yang tak bermoral, bahkan kemungkinan Atheis, Abu Nawas tidak disukai kalangan agamawan dan mereka yang menjunjung tinggi adab kesopanan.
ada suatu malam -konon di malam Lailatul Qodar- ia didatangi seseorang tak dikenal yang berkata:
Ya Abu Hani, idza lam takun milhan tuslih, fa la takun zubabatan tafsid
Hai Abu Hani, jika engkau tak mampu menjadi garam yang melezatkan hidangan, jangan lah engkau menjadi lalat yang menjijikan merusak hidangan itu
Peristiwa di malam Lailatul Qodar itu membawa perubahan besar kepada Abu Nawas. Ia menyadari kesalahan-kesalahannya. Menyadari bahwa selamanya hanya menjadi lalat menjijikan yang membuat sebal orang lain.
Bertobatlah ia.
Syair-syairnya diganti dengan dzikir, malam-malam memabukan diganti dengan i’tikaf di masjid. Yang keluar dari bibirnya ialah ayat-ayat Al Qur’an, yang terpikir dikepalanya ialah ke Maha Agungan Tuhan yang mampu merubah tabiat buruk manusia dalam sekejap Malam dihabiskan dnegan menghinakan diri dihadapan Tuhan yang Maha Mulia siang dihabiskan dengan mencari karunia petunjukNya ke gurun dan samudera RahmatNya
Sebaik-baiknya ibadah umatku ialah membaca Al Qur’an. Maka Al Qur’an yang tersurat, tersirat, dan tersuruk dibaca dan digubahnya dalam puisi puji-pujian.
Salah satu karya puisi terakhirnya yang terkenal hingga kini, dijadikan senandung di pesantren-pesantren dan nasyid di kalangan remaja:
Illaahi lastulil firdfausi a’laa wa laa aqwaa ‘alan naaril jahiimi fahablii taubatan waghfir dzunuubi fainnaka ghoofiru dzanbil adziiimi
Ya Alloh tak pantas (surga) firdaus untukku tapi aku tak kuat memasuki nerakamu maka atas segala dosaku, aku bertobat karena ampunanmu lebih luas.
Demikianlah, seorang pemabuk yang hampir terjatuh ke jurang kehancuran. diselamatkan di malam Lailatul Qodar menjadi penyair dengan karya yang dikenang sepanjang Zaman.
Lalu, bagaimana dengan kita menjelang malam Lailatul Qodar ini?
SUMBER :http://www.facebook.com/no
Langganan:
Postingan (Atom)