Rabu, 23 November 2011

Madu sebagai obat semua penyakit termasuk aids

 tanya jawab di forum majelis rasulullah saw :


Pertanyaan
habib munzir yang ane muliakan ada beberapa hal yang ingin ane tanyakan mengenai penyakit dan obatnya..
1. bagaimana cara menyembuhkan penyakit kista, tumor, dan kanker selain dengan cara pengangkatan(operasi)?soalnya tidak sedikit kluarga ane yang menjadi korban
2. habib, tolong berikan ane resep doa, dan pola makan atau menu makanan sehat sempurna ala sang bintang, sayyidina muhammad SAW..
Jawaban

banyak resep nabawiy, saya ajarkan salah satunya, konsumsi madu setiap hari, itu sudah cukup mengobati seluruh penyakit, Allah yg menyatakannya : “…Keluar dari perut lebah itu minuman yg beragam warna, yg mengandung kesembuhan bagi manusia, dan padanya terkandung tanda tanda kebesaran Allah bagi yg mau berfikir” (QS Annahl 69).
ada saudara kita terkena aids, ia mengkonsumsi madu setiap hari dg maksud memperkuat kondisi saja, kematiannya sudah menghantuinya, sampai tubuhnya sudah tinggal kulit dan tulang, ia tak punya uang utk berobat, ia hanya makan madu sebagai obat, dan dalam 6 bulan ia sudah sembuh total, dan ketika diperiksa oleh tim dokter, virus aids nya sudah dibawah nol., maksudnya ada sisa virusnya namun sudah lumpuh dan jauh dibawah stadium aids, ia sembuh, menikah, berketurunan hingga kini dalam kebahagiaan.
terngiang kembali firman Maha Raja Alam semesta :
“…Keluar dari perut lebah itu cairan minuman yg beragam warna, yg mengandung kesembuhan bagi manusia, dan padanya terkandung tanda tanda kebesaran Allah bagi yg mau berfikir” (QS Annahl 69).

sumber : forum tanya jawab majelis rasulullah saw

Rabu, 28 September 2011

SALAWAT FATIH YANG TERLUPAKAN DAN BANYAK YANG TIDAK MENGETAHUINYA

Shalawat al-Fatih dan disusun oleh sayid imam almaktum abu abbas ahmad bin muhammad attijani:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَااُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِالْحَقِّ ‍ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى اِلى صِرَاطِك َالْمُسْتَقِيْم وَعَلى الِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ.
ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkahan kepadajunjungan kami, Nabi Muhammad saw., yang membuha sesuatuyang tertutup, yang menu-tup sesuatu yang terdahulu, yang menolon.g kebenaran dengan kebenaran, yang memberikan petunju...k pada jalan-Muyang lurus. Semoga Allah memberikan rah­mat kepada Nabi Muhammad saw., keluarganya, dan para sahabatnya dengan kekuasaan dan ukuran Allah Yang Mahaagung.
kegunaan dan manfaat /keberkahan salawat Shalawat al-Fatih dan disusun oleh sayid imam almaktum abul abbas ahmad bin muhammad attijani:
1  Untuk menghilangkan pikiran yang resah atau susah;

2. Barang siapa membaca sholawat al Fatih tersebut, seumur hidup sekali saja Insya Allah diselamatkan dari api neraka.

3 .Membaca Sholawat Al Fatih satu kali seperti membaca sholawat 10.000 x (ada yang mengatakan 600.000 x )

4. Untuk melepaskan semua kesulitan misalnya agar dapat segera membayar hutang, urusan yang sukar segera dapat solusinya, agar rizqinya lancar dll. Untuk memperoleh sesuatu yang dimaksud sebaiknya shalawat fatih tsb dibaca secara kontunue (langgeng) terutama dibaca tengah malam 100 x selama 40 hari, atau lebih ampuh lagi dibaca setiap hari tiap malam dengan cara shalat hajat dua rakaat, setelah salam hadiah fatihah kepada para Nabi, auliya', syuhada' ulama', ahli qubur yang mu'min, kemudian membaca sholawat Fatih;

5. Apabila sholawat fatih dibaca setelah shalat shubuh 21 x Allah akan memberi luas rizqinya, sabar hatinya, selamat diri dan keluarganya terhindar dari semua bala' dan bencana atau malapetaka.

6. Dan siapa orang yang membaca sholawat Fatih 1000 x pada malam Jum'at atau malam Kamis atau malam Senin, maka orang tadi besok dapat berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW. adapun caranya sebelum membaca Sholawat Shalat sunnah 4 rakaat: rakaat pertama ba'da Fatihah membaca Surat Al Qadar, rakaat ke dua membaca Surat Al Kafirun, rakaat ke tiga membaca Surat Al Falaq, dan rakaan ke empat membaca Surat An Nas (Afdholus Sholawat :142)

Sabtu, 20 Agustus 2011

kisah nyata seorang sufi dan suka humor mendapatkan malam lailatul qodar

Abu Hani Muhammad bin Hakami -atau yang lebih dikenal dengan Abu Nawas- lahir di Persia tahun 735. Seorang sastrawan terbesar pada zaman kekuasaan Sultan Harun Al Rasyid al Abassi yang menjadi khalifah Dinasti Abasiyah tahun 786-890.
Abu nawas banyak menggubah sajak-sajak bercorak leluhur dan senda gurau (mujuniyat), ahli merangkai syair tentang cinta dan kecantikan wanita, pujian terhadap seseorang, bahkan SINDIRAN HALUS NAMUN TAJAM.
arena kelakuannya yang tak bermoral, bahkan kemungkinan Atheis, Abu Nawas tidak disukai kalangan agamawan dan mereka yang menjunjung tinggi adab kesopanan.
ada suatu malam -konon di malam Lailatul Qodar- ia didatangi seseorang tak dikenal yang berkata:
Ya Abu Hani, idza lam takun milhan tuslih, fa la takun zubabatan tafsid
Hai Abu Hani, jika engkau tak mampu menjadi garam yang melezatkan hidangan, jangan lah engkau menjadi lalat yang menjijikan merusak hidangan itu
Peristiwa di malam Lailatul Qodar itu membawa perubahan besar kepada Abu Nawas. Ia menyadari kesalahan-kesalahannya. Menyadari bahwa selamanya hanya menjadi lalat menjijikan yang membuat sebal orang lain.
Bertobatlah ia.
Syair-syairnya diganti dengan dzikir, malam-malam memabukan diganti dengan i’tikaf di masjid. Yang keluar dari bibirnya ialah ayat-ayat Al Qur’an, yang terpikir dikepalanya ialah ke Maha Agungan Tuhan yang mampu merubah tabiat buruk manusia dalam sekejap Malam dihabiskan dnegan menghinakan diri dihadapan Tuhan yang Maha Mulia siang dihabiskan dengan mencari karunia petunjukNya ke gurun dan samudera RahmatNya
Sebaik-baiknya ibadah umatku ialah membaca Al Qur’an. Maka Al Qur’an yang tersurat, tersirat, dan tersuruk dibaca dan digubahnya dalam puisi puji-pujian.
Salah satu karya puisi terakhirnya yang terkenal hingga kini, dijadikan senandung di pesantren-pesantren dan nasyid di kalangan remaja:
Illaahi lastulil firdfausi a’laa wa laa aqwaa ‘alan naaril jahiimi fahablii taubatan waghfir dzunuubi fainnaka ghoofiru dzanbil adziiimi
Ya Alloh tak pantas (surga) firdaus untukku tapi aku tak kuat memasuki nerakamu maka atas segala dosaku, aku bertobat karena ampunanmu lebih luas.
Demikianlah, seorang pemabuk yang hampir terjatuh ke jurang kehancuran. diselamatkan di malam Lailatul Qodar menjadi penyair dengan karya yang dikenang sepanjang Zaman.
Lalu, bagaimana dengan kita menjelang malam Lailatul Qodar ini?
SUMBER :http://www.facebook.com/note.php?note_id=438493236906

Selasa, 26 Juli 2011

KISAH NYATA KEBESARAN PEMBACAAN MAULID SAYIDINA MUHAMMAD SAW "ATAS PERISTIWA SITU GINTUNG JUM’AT, 27 MARET 2008 "

assalam mualaikum wr wb
puji syukur kehadirat allah swt dan tak lupa pula kepada junjungan kita dan contoh tauladan kehidupan kita kanjeng  sayidina muhammad saw keluarga dan sahabatnya dan mendapatkan safaatnya di akhirat kelak nanti amin ya robbal alamin.
pendosa  hanya ingin berbagi kisah nyata dr tausyiah habib umar bin muhsin alattos (beliau asli tegal dan tinggal diciputat)  saat isra miraj di didaerah cicadas ,bogor tanggal  24 juli 2011 pukul 10.00 wib  ( DISANA ADALAH TEMPAT FAHAM ORANG YANG ANTI MAULID ) dan  mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan karena yang benar dr allah swt dan salah dari pendosa .


sebelum terjadinya bencana situ gintung ada ,1 keluarga d malam harinya mempringati maulid nabi muhammad saw dirumahnya karena pas dengan bulan rabiul awal , semua tetangga di undang untuk menghadiri maulid tersebut dan setelah selain  maulid meraka makan bersama . setelah acara selesai tetangga pun pulang dan 1 keluarga ini beres rumahnya, sekitar jm 10 malam ibu, anak sdh mulai tidur tetapi bapak dan anaknya belum ngantuk dan istirahat di balai ( tempat dudukan kecil depan rumah) , sekitar jam 11 malam terdengar suara seperti petasan dan tiba air sdh ada di telapan kakinya dan langsung saya bapak membangunkan keluarganya semua dan langsung naik ketas genteng rumah , ternyata situ itu jebol dan banyak rumah yang hancur . tetapi 1 keluarga selamat karena diatas loteng.dan anehnya didalam rumahnya ancur semua tetapi pondasi2 rumahnya kukuh seperi menahan , setalah bencana usai 1keluarga pun turun dr loteng dan seketika rumah tersebut roboh semuanya , dan bapak dr keuarga tersebut berkata " SUBAHANALOH ALLAH SWT TELAH MENYELAMATKAN KITA SEMUA , DAN INI BERKAH PEMBACAAN MAULID TADI MALAM DAN DI BULAN SAYIDINA MUHAMMAD SAW , SAMPAI KAMI SEKELUARGA MELIHAT AIR YANG BEGITU BESAR TETAPI TIDAK MENGHANCURKAN RUMAH KAMI.

alhamdulilah semoga kisah ini dapat kita jadi pelajaran amin. DAN MEREKA YANG MENGATAKAN MAULID ITU BIDAH BIAR SADAR DAN IKUT DULU JANGAN PERNAH NGATAKAN MAULID ITU BIDAH .sekian dari ana mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenan
wasallam mualaikum wr wb
SUMBER:  PENDOSA

Jumat, 22 Juli 2011

Cara Supaya Tidur kita Bernilai Ibadah + dapat Pahala Sunnah SAYIDINA MUHAMMAD SAW

Tidur Merupakan sesuatu hal yang mana pasti hal tersebut dilakukan oleh manusia dan berbagai hewan bahkan ada pula manusia yang hobbinya memang tidur (Regud) dengan begitu bagai mana cara supaya tidur kita bernilai ibadah , bahkan tidur kita akan membawa manfaat Dunia + Akherat ,, ,,,,Langsung Saja ,,

Pertama tama sebelum tidur kita di Sunnahkan untuk Berwudhlu : Dari al-Barra` bin Azib, Baginda Nabi Muhammad SAW  bersabda,  Maksud Hadits: “Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan”
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (Al-Bukhari)

dan dari pada Manfaat dari berwudhlu sebelum tidur yaitu : seluruh waktu tidur nya di tuliskan ibadah kepada Allah Swt ,, Subhanallah ,,, dan ditambah yaitu dengan bersiwak sebelum tidur dan diantara Faedah dari siwak yaitu :

* Membersihkan mulut.
* Menguatkan gusi.
* Menajamkan pandangan mata.
* Menghilangkan bau busuk di hidung.
* Menghentikan ludah, liur.
* Menyebabkan Allah SWT ridha.
* Menyenangkan Malaikat.
* Mempratikkan Sunnah Rasul.
* Menyehatkan perut.
* Melipatgandakan pahala.

dan yang kedua yaitu membersikan dan merapikan tempat tidur sebab apa sebab kalau tempat tidur kita rapi dan bersih maka tidur kita akan semakin nyennyak,,,

dan yang ketiga yaitu berdoa : Sebagai Mana dalam riwayat di sebutkan , :
BISMIKA ALLOHUMA AHYAA WA BISMIKA AMUUT

Artinya :
"Dengan nama-Mu Ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati".

Kalau sudah membaca doa ini kalau bisa ditambah juga dengan membaca ayat kursi sebab apa ? Sebab ketika kita membaca ayat kursi sblm tidur Allah mengutus malaikat untuk menjada kanan kita dan apabila kita membaca ayat kursi 2 kali maka Allah Mengutus Malaikat untuk menjaga kanan-kiri kita dan apabila kita membaca Ayat kursi 3 kali maka Allah mengutus malaikat untuk pergi seraya Allah Mengatakan Akulah yg akan menjaga oran ini ,, Subhanallah ,, Betapa Mulia nya ,, membaca Ayat kursi sebelum tidur ,dan ditambah lagi dengan membaca muawwidhotain : surat Al-Ikhlas – Surat Al – Falaq – Surat Annas ,, dengan membaca doa-doa ini maka Insya Allah kita akan terjaga dari Godaan setan ( Mulai dari setan kelas kakap sampai kelas teri ) dan masih banyak lagi anjuran-anjuran doa sebulum tidur diantaranya membaca surat Al-Mulk ( Tetapi saya tidak bisa mengamalkan heheh e,,, ) dan masih bnyk lagi

dan anjuran yang terakhir yaitu tidur Miring kanan + menghadap kiblat

diantara manfaat nya :  

  1.       Mengistirahatkan otak sebelah kiri
  2. Mengurangi beban jantung
  3. Mengistirahatkan lambung
  4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas
  5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi
  6. Merangsang buang air besar (BAB)
  7. Mengisitirahatkan kaki kiri
         
           

“Sesungguhnya telah ada pada (DIRI) Rasulullah itu suri teladan yang BAIK bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.” (Al Ahzab : 21)


Subhanallah Betapa Banyak nya kemulian-kemuliaan yang diajarkan Rasulullah Sampai-samapi kita tidur bisa bernilai Ibadah + dapat pahala ( jgn lupa Niat Sunnah ) ,, Subhanallah , ,,

Semoga saya dan kita semua dapat mengamalkan Sunnah-sunnah Nabi Sebeulum tidur sehingga kita di kumpulkan kelak dengan Rasulullah Saw Amieen Ya robbal Alamieen


( Catatan ini saya ambil dari beberapa ceramah Agama diantaranya cermah dari Ust Haidar Bin Sholeh Mauladawilah terus saya Ambil dari beberapa bacaan yang ada diantaranya dari internet – dan masih bnyk lagi ( tidak bisa saya sebutkan satu persatu ) dan saya rangkumkan mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam penulisan atau pun kata2 yan kurang baik Atau kt2 salah sebab saya hanyalah orng bahlol yg ngetik2 semoga Bermanfaat ,,, )

Apabila ada tambahan ttg sunnah - sunnah Nabi Sebelum tidur silahkan tuliskan di koment ,,

Apabila ada kekeliruan atau lain2 ttg artikel ini silahkan kirimkan di koment ,, di bawah ini !

SUMBER : HABIB HUD MAULIDDAWILAH

Selasa, 12 Juli 2011

"KEMBALI KE ALAM, KEMBALI KE SUNNAH, SEHAT ALA SAYIDINA MUHAMMAD SAW"

Assalamu’alaikum wr.wb.

Segala puji bagi Allah yang menciptakan manusia dalam sesempurna-sempurna bentuk, sebagaimana Allah SWT harapkan agar keberadaan manusia bisa menjadi wakilnya dimuka bumi. Dalam menjalankan tugas sebagai khalifah manu...sia diberi berbagai kelengkapan dan diantara kelengkapan manusia tersebut adalah dapat menyembuhkan penyakit yang ada dalam dirinya/self healing . Untuk memperkenalkan kemampuan self healing itulah maka sejak tahun 2003 saya mengembangkan metode pengobatan yang bertumpu pada kemampuan diri dalam penyembuhan dengan berlandaskan kepada ajaran Rasulullah SAW. Sayangnya banyak propaganda yang memberi gambaran seolah-olah kemampuan self healing itu tidak ada . Mereka biasa menyebutnya sugesti. Jika ada seorang dokter yang berhasil menyembuhkan pasiennya hanya dengan nasihat, maka dikatakan bahwa penyakit pasien itu adalah penyakit jiwa yang tersembuhkan dengan upaya sugesti dari sang dokter . Jika ada penyembuhan yang tidak memerlukan intervensi dari luar akan dikatakan bahwa itu adalah kebetulan . Sehingga manusia kehilangan potensi dirinya yang luar biasa dalam penyembuhan . Masyarakat terbelenggu dalam stereotype bahwa sakit harus minum obat. Bahwa untuk sembuh dari sakit harus ada intervensi dari luar . Para dokter merasa gamang dengan kemampuannya dalam mendiagnosis penyakit. Mereka sangat bergantung pada alat canggih untuk menetapkan penyakit seseorang . Sudah jamak di zaman ini bahwa dokter tidak bisa mengetahui sakit seseorang hanya dengan pemeriksaan fisik saja . Kemajuan teknologi kedokteran membuat dokter makin malas berfikir, teknologi dikembangkan dalam kerangka bisnis dan bukan menyangkut kebutuhan riil menegakkan diagnosis penyakit . Saya pikir suatu hari mahasiswa fakultas kedokteran tidak lagi perlu belajar ilmu fisiologi maupun anatomi, mereka cukup mengikuti kursus mengoperasikan alat-alat diagnosis, kemudian menghafalkan nama obat dan indikasinya . Gejala ini sudah teramati belakangan ini . Pada akhirnya masalah kesehatan manusia menjadi bisnis yang sangat tidak manusiawi, perkembangan riset kedokteran tidak lagi menyejahterakan manusia melainkan makin memerosokkan manusia ke jurang kemunduran fisik, keterbelakangan moral dan kekalahan manusia terhadap problem yang dihadapinya .
Saya mengajak kepada siapa saja yang peduli untuk kembali ke fitrah, mari kita melihat kedalam bathin yang suci, dalam hal ini Allah berfirman dalam Qur’an Surah Ar-Rum, 30:30,

yang artinya:”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; Allah telah menciptakan manusia menurut fitrahnya. Tidak ada perubahan pada fitrah yang datang dari Allah. agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

Para ahli tafsir mengatakan bahwa fitrah adalah segala sistem yang diciptakan Allah pada diri manusia baik pada jasadnya maupun pada akalnya . Pada akalnya menyangkut keyakinan dasar tentang kepribadian maupun hubungan antar manusia, sedangkan pada jasad menyangkut kemampuan badan bertahan hidup termasuk apa yang disebut self healing .


KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN PALING HEBAT

Jika kita berbicara orang sakit, maka gambaran yg tampak adalah orang yang dalam kondisi emosi yang tidak stabil dan cenderung cemas, karena setiap orang sakit yang menghadap dokter ataupun masuk ...rumah sakit tidak tahu persis sejauh mana penyakitnya dan berapa pengorbanan yang harus dilakukannya untuk terbebas dari sakit. Oleh karena itu sangatlah pantas jika kita katakan bahwa kejahatan manusia yang paling hebat adalah menganggap orang sakit sebagai obyek perdagangan . Kejahatan dokter dan tenaga kesehatan adalah jika mereka melihat pasien seperti mesin ATM yang bisa diambil sewaktu-waktu, kejahatan ahli farmasi dan pabrik obat adalah jika mereka tidak berterus terang tentang obat yang dijualnya, mulai dari manfaatnya, tingkat keberhasilannya, maupun efek samping jangka pendek dan jangka panjangnya, ketidak terus terangan ini telah mengakibatkan pasien yang dalam posisi lemah, secara tidak langsung dijadikan kelinci percobaan .

Kejahatan yang dilakukan dalam proses penyembuhan ada 9 hal sbb. :

1. Penelitian obat yang menggunakan cara yang tidak etis dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan .

2. Penelitian pesanan, yaitu penelitian obat tertentu oleh para dokter dan atau apoteker yang dilaksanakan atas permintaan perusahaan obat untuk menggiring opini masyarakat pada produk tertentu .

3. Penyebarluasan obat berbahan haram tanpa ada kejelasan sehingga masyarakat terlanjur menggunakan obat tersebut bertahun-tahun tanpa mengetahui kehalalannya, hal ini menimbulkan trauma bagi mereka yang ingin memegang keyakinan agamanya secara kuat

4. Penggunaan obat/bahan kimia yang disebut obat bebas, dimana seolah-olah obat bebas adalah obat yang bisa diminum sewaktu-waktu tanpa batas, padahal obat bebas adalah tetap obat dengan efek sampingnya yang jika dipergunakan terus-menerus akan merusak organ tubuh tertentu . Dengan didorong iklan gencar dan peraturan Pemerintah yang longgar atas obat bebas, masyarakat kita telah menjadi konsumen obat bebas yang sembrono.

5. Industri farmasi telah tumbuh menjadi kartel yang meraup keuntungan besar dari bisnis obat-obatan . Akuisisi dan merger beberapa perusahaan farmasi telah makin memperkuat posisi tawar mereka dalam mengendalikan harga obat kimia sintetik . Bahkan diduga mereka telah ikut menentukan kebijakan kesehatan Nasional yang bisa jadi merugikan masyarakat dan menguntungkan bisnis mereka .

6. Upaya sistematis pembodohan masyarakat sehingga mereka tidak menyadari kemampuan self healing dan mereka bergantung kepada obat secara berlebihan.

7. Teknologi kedokteran tidak memberi kemajuan lebih dari sekedar memanjakan dokter dan petugas kesehatan untuk memperluas ketergantungan terhadap teknologi baru dan obat-obatan .

8. Klaim berlebihan terhadap penyembuhan penyakit dan atau penyamaran efek samping obat untuk memperdaya konsumen, meningkatkan ketergantungan masyarakat terhadap obat kimia yang tentu saja bertujuan melestarikan bisnis farmasi

9. Penemuan teknologi baru dalam pengobatan telah memberi kesan makin positif terhadap pengobatan modern yang teknologi dan risetnya dikuasai negara besar . Keadaan ini telah memunculkan bentuk baru kolonialisme yang membuat kita terus berkiblat kepada barat dan bergantung secara berlebihan kepada industrialis barat .

10. dll.


PARADIGMA SEHAT ALA RASULULLAH SAW

Sejarah panjang ilmu kedokteran telah mulai dikenal sejak lama, yaitu sejak periode Nabi Sulaiman a.s. yaitu pada kira-kira 1500 tahun S.M., dimana beliau mencatat manfaat tanaman bagi kesehatan . Adapun r...intisan ilmu kedokteran modern, telah dilakukan oleh Hippocrates. Pada masa itu bapak kedokteran modern ini mempopulerkan pemahaman tentang kemampuan konkrit penyembuhan alami dalam tubuh manusia, dengan prinsipnya yang sangat dikenal dikalangan kedokteran ’vis medicatrix naturae’ yang maksudnya’kemampuan alami mengobati sakit’

Beranjak dari pemikiran Hipocrates dan anjuran-anjuran Rasulullah SAW dalam hadits-haditsnya, disusunlah konsep hidup sehat ala Rasulullah SAW yang tidak bertentangan dengan agama apapun dan bahkan bagi penganut agama Islam merupakan cara hidup sehat yang sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Ada 5 prinsip hidup sehat hidup sehat ala Rasulullah SAW, yaitu:

- Sehat Lewat Makanan

Yaitu prinsip dasarnya adalah memperhatikan jumlah makanan yang masuk kedalam tubuh agar tidak berlebihan sebagaimana firman Allah :”Makan dan minumlah dan jangan berlebihan”, jenis makanan yang dianeka ragamkan dengan memperhatikan firman Allah dalam Alqur’an yang artinya :”Aku ciptakan manusia dari sari pati tanah” . yang maknanya adalah makanan paling cocok untuk manusia adalah yang dihasilkan dari tanah (sayuran, biji-bijian, dan buah) . Disamping itu kita memperhatikan frekwensi makan kita adalah sebagaimana dicontohkan Nabi SAW, dimana beliau SAW makan paling banyak 2 X sehari.

- Sehat Lewat Ibadah

Semua perintah ibadah yang datang dari Allah sudah pasti tidak bertentangan dengan kesehatan dan bahkan menyehatkan . Melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh akan meningkatkan kesehatan .

- Sehat Lewat Do’a

Do’a yang dipanjatkan kepada Allah SWT adalah salah satu media hidup sehat yang ampuh. Do’a yang dilakukan dengan keyakinan yang kuat akan datangnya pertolongan Allah akan membantu mempercepat penyembuhan .

- Pengobatan Sesuai Anjuran Nabi Muhammad SAW

Nabi SAW mengajarkan berbagai resep hidup sehat yang mudah, termasuk resep obat-obatan yang terbukti memberi manfaat dalam penyembuhan orang sakit .

- Sehat Lingkungan

Adalah menyehatkan lingkungan fisik maupun lingkungan sosial yang sangat jelas memberi manfaat bagi penyehatan maupun penyembuhan penyakit .

Diatas segalanya Nabi SAW mengajarkan pola hidup sehat yang bukan hanya mengobati orang sakit namun juga mencegah penyakit dan meningkatkan status kesehatan .

Pada prinsipnya dalam mengembangkan kesehatan masyarakat tidaklah tepat jika kita mengabaikan kemampuan self healing karena hal ini sama saja kita telah merendahkan martabat manusia sebagai mahluk yang tinggi kedudukannya disisi Allah dan merupakan mahluk yang diciptakan dengan sebaik-baik bentuk baik fisik maupun jiwa .

Menjadi rendahnya martabat manusia adalah hasil kerja Iblis yang telah merendahkan Adam dan yang berusaha membuktikan pandangannya bahwa manusia memiliki martabat yang lebih rendah darinya.

MULAILAH DARI DIRI SENDIRI DAN MULAI DARI YANG PALING MUDAH

Ada cara sederhana hidup sehat mandiri, yang jika dikerjakan akan mengurangi biaya kesehatan dan mengurangi ketergantungan kepada obat yaitu memenuhi kebutuhan cairan, mengendalikan makan, olahraga ringan, cukup tidur, tidak merokok, tidak minum alkohol, laksanakan ibadah secara teratur, kembangkan obat tradisional, meditasi dan do’a, pelestarian lingkungan, menumbuhkan nilai-nilai moral keluarga, dan meningkatkan kepekaan sosial.

Gerakan hidup sehat cara mudah, hemat dan bermartabat ini seharusnya merupakan kampanye utama dari Departemen Kesehatan, agar pembangunan kesehatan bisa benar-benar menyejahterakan masyarakat dan dengan biaya yang lebih ringan. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa dengan kualitas air minum yang baik dan minum dalam porsi yang cukup sudah bisa menghemat biaya kesehatan sampai 30%, apalagi jika diikuti program lainnya, demikianlah semoga bermanfaat,
 
SUMBER: Dr habib ali toha assegaf
 

Sabtu, 09 Juli 2011

kisah nyata waria tobat karena kata "ZIARAH KUBUR"

assalam mualaikum wr wb

puji syukur kehadirat allah swt dan tak lupa pula kepada junjungan kita dan contoh tauladan kehidupan kita kanjeng sayidina muhammad saw keluarga dan sahabatnya dan mendapatkan safaatnya di akhirat kelak nanti amin ya robbal alamin.

Ana alfaqir hanya ingin berbagi kisah nyata dan mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan karena yang benar dr allah swt dan salah dari pendosa ini.



jumat tanggal 8 juli 2011 pukul 23.35 wib pulang majelis bunyyatul khairot di daerah cipete , gandaria utara berboncengan motor dengan areif ( http://www.facebook.com/?sk=lf#!/profile.php?id=100002088645379 ) melewati daerah blok m , kemudian sampai di kami mengejar dengan cepat lampu hijau di daerah PLN BULUNGAN jakarta selatan tetapi pas sampai lampu lalu lintas sudah merah. dan ada 2 waria mendekati kami lalu, salah satu berkata waria tersebut

waria: assalammualaikum

ana: walaikumsalam

waria: habis ngaji ya?? sawer donk (dengan joget2)

ana: iya pulang ngaji, maaf pak sy ini capek banget baru pulang ziarah kubur ke makam ibu td pagidi daerah purworejo jawa tengah dan malam ini baru pulang ngaji.



lalu salah satu waria pergi karena berkata" IHHH TAKUT KUBURAN" dan yang 1 waria itu terdiam sejenak dan berkata " terima kasih mas sudah mengingatkan saya tentang kematian karena saya sedih sdh lama ditinggal ibu tercinta. lalu saya tersenyum mendengarnya dan saya berkata " alhamdulilah lebih baik bapak detikini buka pakaian dan gantin pakaian selayaknya laki2 dan salat tobat insya allah tobat bapak diterima" lalu bapakitu menangis dan lampu lalu lintas hijau dan saya pun meneruskan perjalanan kerumah



alhamdulilah semoga kisah ini dapat kita jadi pelajaran amin.sekian dari ana mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenan

wasallam mualaikum wr wb

sumber: muhammad hafidz maqmun

Jumat, 01 Juli 2011

Pesan AULIA ASs-SAYYID SYAIKH SUNAN KALI JAGA AL-AZMATKHAN BA'ALAWI AL-HUSAINI

Pesan AULIA ASs-SAYYID SYAIKH SUNAN KALI JAGA AL-AZMATKHAN BA'ALAWI AL-HUSAINI kepada umat Akhir Jaman:
"Yen pasar ilang kumandange
Yen kali wis ilang kendunge
Yen wong Wadon wis ilang wirange
Mlakuho topo lelono
Njajah deso milang kori ojo nganti/ngasi bali yen durung bali patang sasi golek wisik songko sang hyang widhi"
Artinya:
>Yen pasar ilang kumandange
Jika pasar sdah mulai diam.maksudnya jka prdagangan sudah tdak dgn tawar menawar krena banyaknya MALL & PASAR SWALAYAN yg brdiri.kata orang2 tua di tanah jawa ini dahulunya smua pasar memakai sistem tawar menawar shingga suaranya bgtu kras trdengar dari kjauhan spt suara lebah yg mndengung,ini brmakna tdinya adanya khangatan dlam sosial relation ship d masyarakat.tapi skrang sdah hilang.biarpun kita sring k plaza/k supermarket rtusan kali kita tdak kenal para playan & cashier di tmpat itu.
>Yen kali wis ilang kendunge
Jika sungai sdah mulai kering.jika sumber air sdah mulai kring.mksudnya jka para ALIM ULAMA sumber ilmu sudah mulai wafat satu prsatu.mka ini alamat bahwa dunia mau diqiamatkan oleh Alloh swt.ulama d tamsilkan spt air yg mnghdupkan hati2 manusia yg gelap tnpa chaya hidayah.
>Yen wong wadon wis ilang wirange
Jika wanita sdah tdak punya rasa malu
>Mlakuho topo lelono.njajah deso milang kori
Berjalanlah topo lelono
artinya:bermujahadah susah payah dlam prjalanan ruhani,spritual(suluk)atau prjalanan fisabilillah.
>Ojo nganti/ngasi bali yen durung bali patang sasi
Jangan pulang sbelum engkau slesai program 4 bulan
*4 bulan dlm tradis AHLUS SUNNAH WALJAMA'AH adlh wktu yg diijinkan u/ meninggalkan rumah,istri & keluarga di dalam jalan Alloh swt brdasarkan ijma,Ulama atas fatwa khalifah Umar bin Khatab
>Golek wisik songko hyang widhi
Cari petunjuk ilham,hidayah & kpahaman ruhani dari Dzat yg maha esa.

Inilah pesan dari AULIA ALLAH SAYYID SYAIKH SUNAN KALI JAGA AZMATKHAN AL HUSAINI kpd umat Akhir jaman,semoga bermanfaat,bila ada yg salah mohon d maafkan.Syukron


sumber:
Raipul Satria Al-maduriprajjan

Kamis, 23 Juni 2011

"Gerakan Anak Majelis Rasulullah SAW Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas"

Majelis Rasulullah SAW dikenal sebagai majelis taklim terbesar di Indonesia yang sebagian besar jamaahnya adalah para pemuda. Berbagai moda transportasi mereka gunakan untuk hadir ke setiap majelis dzikir dan shalawat yang digelar hampir tiap malam di wilayah Jabodetabek ini dan jenis kendaraan yang paling banyak dipilih para jamaah adalah sepeda motor.
Kegiatan pengajian yang dihadiri 10.000-50.000 jamaah tiap malamnya dan ratusan ribu jamaah jika dalam acara besar ini merupakan tantangan tersendiri bagi Majelis Rasulullah SAW untuk mengelolanya. Menyadari karakteristik jamaah yang sebagian pemuda dan pengendara motor, Pimpinan Majelis Rasulullah SAW, Habib Munzir bin Fuad Al Musawa benar-benar memperhatikan kondisi ini.

Berbagai upaya dilakukan Majelis Rasulullah SAW dalam rangka penumbuhan kesadaran jamaah untuk tertib berlalu lintas diantaranya adalah himbauan dari Habib Munzir bin Fuad Al Musawa. Beliau senantiasa mengingatkan dan menghimbau di setiap tausiyah beliau kepada para jamaah untuk selalu menggunakan helm dan taat dengan peraturan lalu lintas. Selain itu, dilakukan juga dengan menuliskan kata-kata himbauan di tiap baliho kegiatan Majelis Rasulullah SAW. Tidak hanya itu, Majelis Rasulullah SAW juga bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, bahkan Polda memberikan secara cuma-cuma 50 buah helm bertuliskan dan berlogo Majelis Rasulullah SAW. Helm ini lantas dijadikan prototipe untuk memproduksi helm Majelis Rasulullah SAW berstandar SNI secara massal. Tidak kurang dari 5000 buah helm telah terjual kepada jamaah, dan sampai saat ini terus diproduksi.

Kepedulian Pimpinan Majelis Rasulullah SAW yang begitu besar terhadap keselamatan jamaahnya kemudian menginsipirasi sekelompok jamaah untuk ikut serta secara aktif dalam menumbuhkan kesadaran dalam masalah safety riding di kalangan jamaah Majelis Rasulullah SAW.
Diawali dari sebuah grup di facebook , gerakan ini lantas menjelma menjadi tindakan konkrit untuk mengingatkan dan menghimbau jamaah Majelis Rasulullah SAW untuk selalu menggunakan helm dan taat berlalu lintas, terutama jika menghadiri kegiatan-kegiatan Majelis Rasulullah SAW. Mereka menamainya dengan “Gerakan Anak Majelis Rasulullah SAW Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas". Gerakan ini selain bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran jamaah dalam keselamatan berkendaran, juga untuk menjaga nama baik Majelis Rasulullah SAW sebagai majelis taklim pemuda terbesar di Indonesia. Lebih jauh lagi untuk menumbuhkan citra positif umat Islam di mata masyarakat. Grup yang kini beranggota lebih dari 1000 orang berusaha secara aktif dan kontinu mengingatkan jamaah untuk mengenakan helm dan tertib berlalu lintas.

Beberapa upaya yang dilakukannya antara lain, membuat pamflet himbauan memakai helm sebanyak puluhan ribu lembar yang dibagikan kepada jamaah. Selain itu, juga membuat banner himbauan menggunakan helm dengan ukuran bervariasi mulai dari 2x3 m hingga 4x6 m yang dipasang di tiap kegiatan Majelis Rasulullah SAW serta mencetak stiker himbauan berhelm sebanyak puluhan ribu lembar yang dibagikan secara cuma-cuma. Upaya lainnya yaitu dengan menghimbau secara lisan di tiap majelis kepada para jamaah yang belum mengenakan helm. Para anggota grup gerakan ini juga secara aktif ikut serta terlibat dalam pengaturan lalu lintas di tiap kegiatan Majelis Rasulullah SAW. Semuanya itu dilakukan secara mandiri oleh jamaah dan independen dari Majelis Rasulullah SAW sebagai sebuah organisasi. Walaupun demikian, Pimpinan Majelis Rasulullah SAW mengetahui dan merestui keberadaan grup ini.

Untuk operasional kegiatan, mereka mengandalkan uang kas dari iuran anggotanya dan para donatur yang bersimpati dengan gerakan ini. Secara rutin, satu bulan sekali, mereka mengadakan pertemuan yang dilakukan berpindah-pindah di rumah anggota grup. Pertemuan ini dimaksudkan untuk konsolidasi berbagai kegiatan yang dilakukan dan sebagai ajang silaturahim antar anggota.
Perpaduan antara upaya secara resmi dari Majelis Rasulullah SAW dan gerakan jamaah secara mandiri ini, tampaknya sediki demi sedikit telah menghasilkan kesadaran jamaah yang lebih tinggi untuk mengenakan helm dan tertib berlalu lintas. Sebagian besar jamaah kini telah mengenakan helm jika menghadiri kegiatan Majelis Rasulullah SAW, walaupun belum 100%. Inilah yang menjadi tantangan bagi Majelis Rasulullah SAW dan gerakan kesadaran helm ini, untuk selalu berupaya lebih keras dalam menertibkan jamaahnya sehingga jargon grup gerakan sadar helm dan tertib berlalu lintas yaitu “JADIKAN MAJELIS PANUTAN UMAT, PAKAILAH HELM AGAR SELAMAT” benar-benar bisa dihayati dan diterapkan oleh seluruh jamaah Majelis Rasulullah SAW.Amiin...

SUMBER :"Gerakan Anak Majelis Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas"

Senin, 13 Juni 2011

JANGAN PERNAH KAU HINA DAN CACI SEBELUM TAU APA YANG KAU CACI DAN KAU HINA DAN TERNYATA KAU AKAN MALU SENDIRI

kisah ini tanggal 12 juni 2011 sekitar jam 9.00 wib di depan masjid di jakarta selatan ,ana sedang menunggu temen untuk acara kopdar grup "Gerakan Anak Majelis Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas" , ternyata di masjid tersebut ada suatu majelis taklim dan saya menyakan kepada seseorang crew disana
ana: maaf pak apakah ini majelis taklim baru ya pak, maaf karena sy baru lihat?
bapak: iya dek , ini majelis baru 2 bulan dan pindah2 tidak tetap , bascame kita di srengseng sawah
ana: maaf pak ada pembacaan maulidnya pak?
bapak : OHH TIDAK ADA DEK , ITU BIDAH KALAU KITA KERJAKAN DOSA, MEREKA YANG MENGERJAKAN HAL HAL BIDAH KELAK NERAKALAH TEMPATNYA , MUDAH2 ADIK MENGERTI YA DAN JANGAN MENGIKUTI HAL2 SEPERTI ITU
ana pun tersenyum dan tiba2 ana mendengar lantunan qosidah qottamamauloh lengkap dengan hadrohnya, lalu ana berkata : MAAF YA PAK ITU KO ADA BACAAN QOSIDAHnya?
bapak: ohy ya dek inilah kita selalu bersalawat kepada nabi muhammad saw
ana: tapi maaf pak tp tau pengarah qosidah tersebut?
bapak : tidak dek
ana: sekali lagi mohon maaf pak ya . INI QOSIDAH ADA DI MAULID SIMTUD DUROR PENGARANYA ALHABIB ALI BIN MUHAMMAD BIN HUSEIN ALHABSYI , SEBELUM BAPAK DAN MAJELIS INI LAHIR INI, LEBIH DARI 100 TAHUN YANG LALU INI QOSIDAH SUDAH DIBACAAN OLEH PARA PENCINTA SAYIDINA MUHAMMAD SAW DI MAULID SIMTUD DUROR, DAN MENGAPA BAPAK BILANG BIDAH LALU BAPAK DAN TEMAN2 BAPAK KERJAKAN PULA?
BAPAK ITU TERTUNDUK MALU!!!!
DAN MEMINTA MAAF ATAS PERKATAANYA TADI

Rabu, 08 Juni 2011

Seorang cendikiawan barat memuji Nabi kita Muhammad

MISTER DARE

Seorang orientalis yang lahir di Menchester Inggris (1823-1907) dalam bukunya "Ma'asysyarq Wal Gharb" diantaranya ia menulis:

"Muhammad terdiri dari kumpulan khayal, kepiawayan dan peneliti. Muhammad seorang petani tabib, pembela hukum dan seorang panglima. Bacalah hadits-haditnya anda akan mengakui kebenaran ucapan saya. Sebagai contoh saya akan mengetengahkan petuah pribadinya

"Kami adalah suatu kaum yang tidak makan sampai merasa lapar, dan menyudahinya sebelum kenyang"

Ternyata petuah ini merupakan dasar ilmu kesehatan. Banyakpara pakar dibidang tersebut, namun hingga kini tak seorangpun mampu memberikan petuah yang lebih berharga dari hadits itu."

SUMBER : HABIB MUHAMMAD BIN ALWI ALHADDAD

Jumat, 03 Juni 2011

PERJALANAN SAFARI MAJELIS KE KOTA TERSEMBUNYI PARA ULAMA DAN HABAIB SERTA MENGIKUTI KHAUL AKBAR MAHA GURU IMAMEN

assalam mualaikum wr wb
puji syukur kehadirat allah swt dan tak lupa pula kepada junjungan kita dan contoh tauladan kehidupan kita kanjeng  sayidina muhammad saw keluarga dan sahabatnya dan mendapatkan safaatnya di akhirat kelak nanti amin ya robbal alamin.
Ana alfaqir hanya ingin berbagi cerita dan berbagi pengalaman yg ana  selama di malang beberapa jam mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan
Jumat tanggal 27 mei 2011 ana alfaqir berangkat ke malang bersama robongan bekasi dan bertemu salah satu aktifis majelis rasulullah saw . sekitar lebih 59 orang ikut dalam perjalanan tersebut sekitar jm 2 sore kereta berangkat menuju malang jawa timur bersama anak majelis rasulullah saw adalah bang ahmad (http://www.facebook.com/AbiRafi) ,gaston abdullah (http://www.facebook.com/gaston.abdellah ) , intan kirana II (http://www.facebook.com/profile.php?id=100002386447127 ) dan ahmad fakhrurozi (http://www.facebook.com/profile.php?id=1692484615 ).
saat perjalanan ana bergantian duduk dengan aktifis majelis rasulullah saw  bernama kirun , beliau disana diajak temennya berjualan , sekitar malam hari semua sudah pada tidur ana ngobrol dengan salah satu penumpang yang ternyata adalah salah satu anggota TNI dia menjaga di istana. Lalu beliau menanyakan “INI ADA ACARA APA DI MALANG?? SETIAP GERBONG BANYAK YANG PAKAI PECI DAN KOKO? Ana jawab:  ADA ACARA KHAUL MAHA GURU IMAMEN DI TENGAH KOTA MALANG PAK , RIBUAN MUSLIMIN MUSLIMAN DAN PENJURU INDONESIA DATANG KEKOTA MALANG, lalu beliau , TAKBIR ALLAUAKBAR SUBHANAULOH , SAYA SUKA SEKALI ACARA KEGIATAN INI KARENA SAYA DI TNI PUN DIAJARKAN SEPERTI INI , SAYA PERNAH LIAT SEOARANG HABIB BERZIKIR BERSAMA BERSAMA PRESIDEN. Lalu ana jawab itu habib munzir almusawa guru saya pak.
Lalu TNI itu menjawab SUBHANALOH . lalu tni itu bercerita KALAU INDONESIA INI DIPENGANG OLEH ULAMA MAKA DAMAI DAN TENANGLAH TETAPI KALAU DIPENGANG  OLEH  PARA BISNISMEN DAN POLITIKUS MAKA HANCURLAH, SAYA PUNYA SAUDARA  SEORANG KYAI WAKTU ITU IA SEDANG MENGAJAR KE SUATU KAMPUNG , BELIAU MELEWATI JALAN YANG SERING TERJADI PERAMPOKAN , lalu supir beliau mengatakan “ pak kyai tidak apa2 ini lewat jalan ini , ini sering terjadi perampokan “ kyai itu tersenyum dan berkata bismillah terus jalan . alhasil waktu pertengah perjalanan dihadang oleh perampok , lalu kyai tersebut turun dan mengucapkan salam dan terseyum ke perampok tersebut tiba2 perampok itu menangis dan bertaubat . dan perampok itu pergi .
Lalu ana menyakan ke TNI itu apa amalan kyai tersebut dan ia menjawab : SABAR , IKHLAS DAN SABAR MENERIMA PEMBERIAN ALLAH SWT DAN BANYAKLAH BERSALAWAT KEPADA JUNJUNGAN SAYIDINA MUHAMMAD SAW. Lalu TNI ITU memberikan cerita yang aneh tentang kyai itu.” WAKTU SAYA ADA ACARA PENGAJIAN DI DAERAH LUMAJANG , SAAT ITU HUJAN DERAS KYAI TERSEBUT  BELIU DATANG JUGA TERNYATA TIBA2 KYAI TERSEBUT DATANG DENGAN JALAN KAKI TIDAK MEMAKAI PAYUNG DARI RUMAHNYA SEKITAR 5 KM DAN SUBHANALOH KYAI TERSEBUT TIDAK BASAH SEDIKITPUN . SAYA SETELAH MELIHAT KEJADIAN TERSEBUT MAKIN YAKIN KEPADA ALLA SWT .

Sabtu Tanggal 28 mei 2011 ,Setelah perjalanan yang melelahkan sampai juga di stasiun malang kota baru  jm 07.00 wib , subhanauloh ternyata semua gerbong diisi oleh jammah yang ingin mengikuti khaul imamen.
lalu saya dijemput oleh gus choiron (http://www.facebook.com/Prajurit.Sayyidina.Muhammad ) dan ustadzuna fudoli hamzah (http://www.facebook.com/fudholi.hamzah ) dan ternyata pula bareng rombongan dari tegal, pekalongan dan jakarta yang 1 kereta dengan kita , mereka masih sebagian kuliah di UI . kemuidan kami menuju rumah gus chorion dan disana sudah ada 5 orang sudah datang lebih awal mereka dari jakarta pula,lalu mas syafii (http://www.facebook.com/pecinta.sayyidina.muhammad ) datang kerumah choiron untuk menjemput saya kerumahnya. Dan saya bilang ke gus choirin menitipkan 5 teman saya yang dr bekasi salah satunya adalah kameramen MR mobile yaitu ustad gaston abdullah.
Setelah istirahat di rumah mas syafii, bada asar ana berangkat ke pemakaman kasin bersama mas syafii naik angkot ternyata tak jauh dr rumah beliau sekitar 10 menit

, setelah sampai dimakam bertemu anak milis mr yaitu ustadzuna chairul anwar  (http://www.facebook.com/profile.php?id=1406924508 ) dan ustad amriyansyah safitri (http://www.facebook.com/amriansyah.safiri ) dan waktu selesai majelis bertemu juga bendahara milis mr yaitu bu ulfa (http://www.facebook.com/profile.php?id=1226525057 )
beliau kehilangan HP nya saat berziarah , mudah2 hpnya dapat diketemukan lagi .amin , kemudian ana kerumah mas syafii untuk salat magrib dan istrirahat sejenak .Setelah istirahat di rumah mas syafii, bada magrib kerumah gus choiron .setelah sampai dirumah teman2  ke daarur hadist untuk mengikuti acara daruroh dan saya dirumah choiron tdk mengikuti acara tersebut karena badan sakit semua , lalu mas syafii pergi untuk mengikuti majelis riyyadul jannah yang setiap malam minggunya .
Sekitar jam  9 malang  ada tamu dr jakarta yaitu sonya ade rahmawaty (http://www.facebook.com/profile.php?id=100001243185576 )  bersama ustadzuna fudoli hamzah untuk bersilaturahmi ke rumah gus choiron dan bertemu anaknya yang bernama ahmad hasan huluq .(Sekitar jm 10 malam ana di ajak gus choiron mangikuti majelis taklim syaababun nabawi yang diasuh oleh beliau sendiri ( majelis tersebut  diberi nama oleh habib munzir almusawa) di rumah ustad heri (http://www.facebook.com/ahmadherisoesanto ). alhasil ternyata disana teman2 yang menginap dirumah gus chorion disana mengikuti acara tersebut  mereka daarur hadits ke rumah ustad heri , perjalanan lumayan menempuh jarak jauh.setelah selesai acara kami bersama ke rumah gus choiron untuk istirahat .
Kemudian ada seoarang jammah dr bekasi yang terlambat datang dr jakarta dan ia nyasar dan salah naik kereta dan ia bercerita panjang kejadianyanya dan membuat  ana, gus choiron dan ustadzuna fudholi tersenyum dan tertawa . sambil menunggu mas syafii datang untuk menjemput , lalu mas syafii datang dan  mau pulang motor di pinjam oleh salah satu jammah dr pekalongan untuk beli STMJ .Sekitar jm 3 pagi ana dan mas syafii pulang ke rumah mas syafii dan tdr.
Tanggal 29 mei 2011 Sekitar jam 5 pagi salat subuh dan diteruskan menuju stasiun kota baru malang untuk membelikan tiket teman 2 yang mau pulang nanti sore , ternyata kami tidak dapat tempat duduk yang sdh habis karena ngatri panjang sekali , lalu kami mendapatkan tiket tanpa tempat duduk untuk kereta matarmaja dan gajahyana dapat temapt duduk.
setelah membeli tiket sekitar jam 8 pagi ana, mas syafii, gus choiron dan ustadzuna fudholi ke acara KHAUL IMAMEN MAHA GURU di jalan aris munandar deket  ramayana, yang hadir dalam khaul lebih dr ratusan ribu jammah dr penjuru indonesia. Setelah acara selesai , ana bertemu habib ahyat banhasan dari jakarta dan habib jafar aljufri , lalu habib jafar aljufri  berkata “ MAMPIR KERUMAH YA? Ana jawab : iya bib insya allah.
kemudian kita bersama2 salat di masjid jami di depan alun2 kota malang
dan setelah itu makan bersama di rumah habib hud mauliddawilah (http://www.facebook.com/mikailhud )  subhanauloh ternyata dirumah beliau banyak para habaib yang setelah acara khaul datang kesini untuk bersilatuhrahmi  dan makan bersama .
Kemudian sekitar  jam 1 siang kami mengatarkan rombongan  yang mau ke jakarta yaitu rombongan bekasi, pekalongan dan tegal , mereka 1 kereta matarmaja  dan ana berpamitan kepada bang ahmad dan gaston perwakilan rombongan bekasi
.setelah mengantarkan mereka ana dan rombongan yang lain yang jadwal mereka pulang ke jakarta naik pesawat dan gajahyana pulang ke rumah gus choiron dan makan siang bersama dirumah beliau. Dan mas syafii pulang kerumah karena ada sesuatu hal yang harus dikerjakanBada asar gus choiron dan ustadzuna fudholi mengantarkan sebangain rombongan ke stasiun untuk naik kereta gajahyana dan  travel untuk menuju surabaya ,Ana istirahat dirumah chorion sambil bermain dengan ahmad hasan khuluq (anak gus choiron ) anaknya sangat lucu kalau saya tinggal nangis
  . dan saya bercerita sedikit dengan istri choiron dan keluarga beliau tentang  kehidupan saya .Setelah bada isa ana sms habib hud mauliddawlah  untuk bersilatuhrahmi kerumah habib jafar aljufri (http://www.facebook.com/profile.php?id=100001912266018 ) , lalu ana, habib hud , gus choiron dan ustadzuna fudholi kerumah habib jafar aljufri, setelah dirumah habib jafar aljufri bertemu dengan habib abdulloh mauliddawilah ( salah satu saudara habib hud mauliddawilah) ,
saat dirumah habib jafar al jufri , beliau sangat kangum dengan habib munzir almusawa dan beliau cerita “ KETIKA KAMI SEDANG belajar dengan habib umar bin hafidz di PONPES DARRUR MUSTHOFA , habib munzir  almusawa tertidur dan salah satu dari kami ingin membangunkannya , tetapi oleh habib umar bin hafidz jangan di bangunkan dan beliau berkata “MUNZIR SEDANG MENIKMATI MIMPI BERTEMU SAYIDINA MUHAMMAD SAW”. Habib munzir paling tawadhu terhadap guru dan paling sopan dan hormat kepada habib umar bin salim bin hafidz  “ ujar habib jafar aljufri. Sekitar pukul 10 malam kami izin pamit untuk pulang , insya allah ana besok ikut majelis arridwan.lalu kami pulang dan ana tidur dirumah choiron .Tanggal  30 mei 2011 sekitar jam 1 siang ana di jemput  habib hud mauliddawilah untuk menjemput habib abdulqodir bin ahmad  mualiddawilah (beliau adalah sala satu pengajar di PONPES DAARUR MUSTHOFA,YAMAN ) di bandara
, perjalanan ke bandara sekitar 15 menit . setalah sampai dibandara , ternyata habib abdulqodir bin umar mauliddawilah ( penulis buku terkenal dan salah satunya adalah penulis buku “17 HABAIB YANG BERPENGARUH DI INDONESIA”) dan beliau bercerita sedikit dengan ana dan kita tukar no HP . setelah menjemput beliau  ana makan siang bersama habib hud dirumahnya dan sore hari ana dijemput oleh mas syafii untuk pulang dan bersih2 , dan habib hud berkata “ NANTI MALAM MAJELIS ARRIDWAN MAS YA ? ana jawab : iya bib ana mas syafiii kesana.Setelah  sampai rumah mas syafii istirahat dan bada magrib ke jalan soekarno hatta untuk konvoi ke majelis arridwan , saat di tempat lokasi konvoi ana bertemu sahabat yaitu ustad ikrom (http://www.facebook.com/efixdent ) beliau kenal ana tp  ana g tau dan ana hanya senyum kepadanya. Kemudian rombongan konvoi datang dr batu malang bersama habib jammal  bin toha baagil  , ana sebagai yang mengatur lalu lintas bersama mas syafii dan ustadzuna fudholi.
Saat majelis berlangsung  sebagian jammah tersenyum ke ana ternyata mereka banyak yang mengenal ana di fb dan ana tersenyum pula kepada mereka ,lalu mereka mendekat dan bertengur sapa dgn ana ,SUBHANAULOH ANTUM SAMPAI JUGA DI KOTA MALANG “ujar salah satu jammah kepada ana ‘ dan ana hanya tersenyum  dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh beberapa jammah yang mengenal ana di fb. Saat tausyiah habib jammal semua katanya sama seperti habib munzir almusawa katakan karena beliau beliau satu sanad keguruan yaitu keturunan sayidina muhammad saw : alhabib umar bin salim bin hafidz
Setelah majelis selesai ana bersalaman dengan habib jammal bin toha baagil ( khodim  majelis arridwan)
dan habib abdulqodir bin ahmad mauliddawilah berkata kepada habib jammal baagil , lalu habib jammal berkata “MASYA ALLAH ANTUM HAFIDZ . BAGAIMANA KEPADA SAHABAT ANA HABIB MUNZIR ALMUSAWA.ana jawab : afwan bib habib munzir sakit kalau tidak sakit kemarin beliau hadir dalam acara khaul  imamen .  SALAM RINDU UNTUK HABIB MUNZIR YA FIDZ !!! ana jawab : naam bib insya allah kalau ketemu dan antum dapat salam kmren pas ana di rumah beliau  . habib jammal ,menjawab WASSLAM WR WB dan tersenyum ^_^. Lalu beliau pulang ke batu malang bersama rombongan santrinya, ana pun pulang kerumah mas syafii untuk istirahatTanggal  1 juni 2011 sekitar  bada zuhur ana  berpamitan kepada keluarga dr mas syafii  untuk pulang ke jakarta , mas syafii mengantrakan ana kerumah gus choiron lalu mampir kerumah gus chorion untuk berpamitan pula kepada keluarganya dan mas syafii pulang karena ada pekerjaan lagi , tiba2 habib hud maulddawilah datang dan ingin saya jangan pulang ke jakarta  dan habib hud bela2 saya jangan pulang ingin ditukarkan tiket saya dengan uangnya  karena baru sebentar di malang beliau sempet banyak ngobrol dengan habib hud mauliddawilah. Lalu skitar jam 2 siang hujan deras  dan habib ud berkata “ antum ga boleh pulang mas ? antum belum bermalam di beit ana ^_^ . ana pun tersenyum kepdanya , insya alla bib kalau ana kemalang ana bermalam di beit nt ya , ujar ana “ habib hud menjawab : khair mas sip . sekitar jm  14.45 wib hujan masih deras ana dan gus choiron nekat ke stasiun kota malang baru karena kereta berangkat jm 15.00 wib , ana pamitan kedua orang tua gus choiron dan istri dan anaknya hasan nangis saat ana pulang kejakarta. Kemudian setela sampai distasiun ana pun berpamitan ke gus choiron dan gus fudholi . salah satu diantara mereka “ KAMI TUNGGU DI MALANG KEMABALI WAHAI PENCINTA SAYIDINA MUHAMMAD SAW, AJA TEMAN YG LAIN MELIHAT KOTA HABIB INI YANG TAK TERLALU DI EKSPOS MEDIA , KAMI SIAP MENANTI KE DATANG ANTUM KEMBALI.”
alhamdulilah ini adalah perjalanan ana selama di malang semoga dapat  bermanfaatnamin.ana mohon saran dari teman teman.sekian dari ana mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenan
wasallam mualaikum wr wb

Selasa, 17 Mei 2011

“Senyumanmu di Hadapan Saudaramu Adalah Sedekah”

Pertama, senyuman sinis. Senyuman yang mengembang dari orang yang sinis tidak akan membuat bahagia, nyaman, tentram apalagi damai. Sebaliknya, senyuman jenis inilah yang bakal membuat hati teriris. Sebagai tamsil, firman Allah dalam surah Al Zukhruf [43] ayat 47 yang menerangkan bagaimana kaum Nabi Musa as. mengembangkan senyum sinis dan ejekan :

“Maka tatkala dia (Musa) datang kepada mereka dengan membawa mukjizat- mukjizat Kami, dengan serta merta mereka mentertawakannya.”

Kedua, senyum godaan. Senyuman ini membuat orang lain mabuk kepayang. Inilah senyuman yang ditebar laki-laki dan perempuan penggoda. Senyum godaan nihil manfaat malah menyebabkan orang lain terjatuh dalam lembah kemaksiatan yang pada akhirnya membuatnya melanggar perintah Allah swt. Sebagian ahli zuhud mengatakan, “Barangsiapa berbuat dosa sambil tersenyum, maka Allah akan melempar dia ke neraka dalam keadaan menangis. Dan barangsiapa dengan menangis berbuat taat, maka Allah akan memasukkannya ke surga dalam keadaan tersenyum.”

Ketiga, senyum ketulusan. Senyum jenis ini membuat orang yang melihatnya, bergetar hatinya. Sebab, senyuman ini dibarengi dengan dengan kesungguhan dan kewibaan sebagai ilustrasi kelegaan jiwa dan kepuasan hati pelakunya.
Pernah suatu ketika Rasulullah saw terlihat berwajah masam ketika melihat seorang pemuda lewat di depannya dengan rambut yang acak-acakan. Karena merasa diperhatikan, pemuda ini bertanya-tanya dalam hati, “Apakah gerangan yang membuat Rasulullah saw bermuka masam kepadanya?.” Ternyata rambutnya yang acak-acakan itulah yang menjadi penyebabnya.

Ketika pemuda kembali lewat di depan Rasulullah saw dengan penampilan yang lebih menarik, maka Rasulullah saw mengembangkan senyumannya.

Keempat, senyum ketabahan dan ketegaran. Senyum ini lahir dari orang yang yang tabah dalam menghadapi ujian dari Allah swt, sabar dalam menghadapi gangguan orang lain. Senyuman inilah yang membuat orang lain ikut berbahagia. Seperti hadits riwayat Ahmad dari Abû Hurairah bahwa seorang laki-laki mencaci-maki Sayyidinâ Abû Bakar r.a., sedang Nabi Muhammad saw hanya duduk-duduk sembari terheran-heran dan tersenyum-senyum. Ketika makian orang itu semakin menjadi-jadi, Abu Bakar pun membalas sebagaian omelannya. Maka, marahlah Nabi dan beranjak yang juga diikuti oleh Abu Bakar.

“Wahai Rasulullah, orang itu telah memaki-maki aku sedang Anda hanya duduk-duduk dan senyum-senyum saja. Ketika aku menanggapi sebagaian omelannya, Anda marah!”, protes Abu Bakar.

“Mulanya telah bersamamu seorang malaikat yang membalas makiannya. Tetapi ketika kamu membalasnya, maka datanglah setan,” sabda Nabi

Demikianlah empat “pelangi’ senyuman. Dari sini, tersimpulkan bahwa senyum ada dua, positif dan negatif. Masuk dalam senyum negatif, senyuman sinis dan senyuman penggoda. Dua lainnya adalah senyum positif yang amat dianjurkan untuk ditradisikan yaitu senyum ketulusan dan ketabahan. Sudah saatnya mengawali hari-hari dengan tersenyum sebagai salah satu ekspresi rasa syukur.

sumber: habib ali akbar bin agil

DAKWAH HABIB MUNZIR ALMUSAWA DI TV ONE

Senin, 16 Mei 2011

Kisah Tentang Al-Habib Abu Bakar Gresik ; Mintalah doa kepada orang tuamu

di saat di depan rumah saya , saya telah mencoba menyapa Al-Habib alwi bin husein Al-Haddad lantas beliau menyapa balik ke saya dan mencoba untuk menghapiri saya lantas saya telah berbincang-bincang dengan tentang dakwah yang habib alwi lakukan , di saat akhir bincang-bincang lantas saya meminta doa kepada Al-Habib Alwi ya Habib doakan saya ya ,, Lantas Beliau Al-Habib Alwi bercerita
perlu kamu ketahui hud , disaat zaman Al-Habib Abu Bakar Assegaf Gresik ada sesorang meminta doa kepada beliau Lantas Hb. Abu Bakar menjawab apakah kamu masih memiliki kedua orang tua lantas jawab orang yang meminta doa : Masih beb , Lantas Hb Abu bakar mengatakan perlu kamu ketahui ya Fulan Sungguh 70 orang seperti ku masih lebih baik doa kedua orang tua mu ,, Subahnallah ,, betapa Zuhud nya Al-Habib Abu Bakar , beliau merupakan Wali Min Awliya illah ,sampai diakatakan 70 kali orang seperti ku (seperti Hb.Abu Bakar ) , Subhanallah Betapa mulia nya doa kedua orang tua kita ,,bahkan Nabi Muhammad Saw Bersabda yang kurang lebih maksud / artinya : “Doa kedua orang tua seperti doa Nabi kepada ummatnya” (yang mana pasti terkabulnya) Subhanallah ,,,,, dan masih banyak lagi cerita-cerita yang mengisahkan kdeua oang tua kita diantaranya kisah Ques Al-Qoroni dll sbagai nya sekian dari saya ,, Mohon maaf apabila ada penulisan kata sbb saya hanyalah orang awwam , yang mencoba ngetik2,,, Wassalam 


sumber: habib Mikail Hud Mauladawilah

Kamis, 05 Mei 2011

Mengucapkan kata “Sayyidina”

Kata-kata “sayyidina” atau ”tuan” atau “yang mulia” seringkali digunakan oleh kaum muslimin, baik ketika shalat maupun di luar shalat. Hal itu termasuk amalan yang sangat utama, karena merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Syeikh Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri menyatakan:

الأوْلَى ذِكْرُالسَّيِّادَةِ لِأنَّ اْلأَفْضَلَ سُلُوْكُ اْلأَدَ بِ

“Yang lebih utama adalah mengucapkan sayyidina (sebelum nama Nabi SAW), karena hal yang lebih utama bersopan santun (kepada Beliau).” (Hasyisyah al-Bajuri, juz I, hal 156).

Pendapat ini didasarkan pada hadits Nabi SAW:

عن أبي هريرةقا ل , قا ل ر سو ل الله صلي الله عليه وسلم أنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَأوَّلُ مَنْ يُنْسَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأوَّلُ شَافعٍ وأول مُشَافِعٍ


“Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Saya adalah sayyid (penghulu) anak adam pada hari kiamat. Orang pertama yang bangkit dari kubur, orang yang pertama memberikan syafaa’at dan orang yang pertama kali diberi hak untuk membrikan syafa’at.” (Shahih Muslim, 4223).

Hadits ini menyatakan bahwa nabi SAW menjadi sayyid di akhirat. Namun bukan berarti Nabi Muhammad SAW menjadi sayyid hanya pada hari kiamat saja. Bahkan beliau SAW menjadi sayyid manusia didunia dan akhirat. Sebagaimana yang dikemukakan oleh sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani:

“Kata sayyidina ini tidak hanya tertentu untuk Nabi Muhammad SAW di hari kiamat saja, sebagaimana yang dipahami oleh sebagian orang dari beberapa riwayat hadits 'saya adalah sayyidnya anak cucu adam di hari kiamat.' Tapi Nabi SAW menjadi sayyid keturunan ‘Adam di dunia dan akhirat”. (dalam kitabnya Manhaj as-Salafi fi Fahmin Nushush bainan Nazhariyyah wat Tathbiq, 169)

Ini sebagai indikasi bahwa Nabi SAW membolehkan memanggil beliau dengan sayyidina. Karena memang kenyataannya begitu. Nabi Muhammad SAW sebagai junjungan kita umat manusia yang harus kita hormati sepanjang masa.

Lalu bagaimana dengan “hadits” yang menjelaskan larangan mengucapkan sayyidina di dalam shalat?

لَا تُسَيِّدُونِي فِي الصَّلَاةِ

“Janganlah kalian mengucapakan sayyidina kepadaku di dalam shalat”

Ungkapan ini memang diklaim oleh sebagian golongan sebagai hadits Nabi SAW. Sehingga mereka mengatakan bahwa menambah kata sayyidina di depan nama Nabi Muhammad SAW adalah bid’ah dhalalah, bid’ah yang tidak baik.

Akan tetapi ungkapan ini masih diragukan kebenarannya. Sebab secara gramatika bahasa Arab, susunan kata-katanya ada yang tidak singkron. Dalam bahasa Arab tidak dikatakan سَادَ- يَسِيْدُ , akan tetapi سَادَ -يَسُوْدُ , Sehingga tidak bisa dikatakan لَاتُسَيِّدُوْنِي

Oleh karena itu, jika ungkapan itu disebut hadits, maka tergolong hadits maudhu’. Yakni hadits palsu, bukan sabda Nabi, karena tidak mungkin Nabi SAW keliru dalam menyusun kata-kata Arab. Konsekuensinya, hadits itu tidak bisa dijadikan dalil untuk melarang mengucapkan sayyidina dalam shalat?

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa membaca sayyidina ketika membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW boleh-boleh saja, bahkan dianjurkan. Demikian pula ketika membaca tasyahud di dalam shalat.


KH Muhyiddin Abdusshomad
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Ketua PCNU Jember

Senin, 25 April 2011

Jaminan Dalam Al-qur'an dan Al-hadits bahwa golongan Al-Asya'ari Sebagai golongan yang selamat

Tidak sedikit golongan diluar sana yang mencela ajaran Asya'iroh dengan menamakan ajaran tersebut sebagai bagian dari ajaran mu'tazilah , falasifah, dan sebagainya. Namun cacian itu sama sekali tidak akan berpengaruh bahkan sebaliknya akan membungkam mulut mereka ketika terdapat sebuah nash yang jelas sebagai bantahan atas celaan tersebut.

Sebab tidak tanggung-tanggung , Allah memuji golongan Asya'iroh dalam sebuah ayat yang mana pada saat ayat ini turun, Rasulullah memberikan isyaratnya kepada seorang sahabat yaitu Imam Abu Musa al-Asy'ari (Kakek dari Imam Abu Hasan al-Asy'ari) seraya menunjuk kepadanya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, yang tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui" (QS. al-Maidah : 54)

Rasulullah SAW yang bertugas sebagai mubayyin (penjelas) al-Qur'an telah memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud dengan "kaum yang Allah  mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya..", dalam ayat diatas adalah kaum Abu Musa al-Asy'ari berdasarkan hadits shahih berikut

عن عياض الاشعري قال : لما نزلت : {فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه} قال رسول الله  صلى الله عليه وسلم: (هم قومك يا أبا موسى) وأومأ رسول الله صلى الله عليه وسلم : هم قوم هذا , و أشار إلي أبي موسى الأشعري.

Dari Iyadh al-Asy'ari Radiyallahuanhu dia berkata "Ketika ayat, "Allah SWT akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya", maka Rasulullah SAW bersabda sambil menunjuk kepada Abu Musa al-Asy'ari : "Mereka adalah kaumnya laki-laki ini"

قال القشيرى: فأتباع أبى الحسن الأشعرى من قومه لأن كل موضع أضيف فيه قوم إلى نبي أريد به الأتباع، قاله القرطبى فى تفسيره (ج6/220) .

Al-Qusyairi berkata : "Pengikut madzhab Abi al-Hasan al-Asy'ari termasuk kaum Abu Musa al-Asy'ari , karena setiap terjadi penisbahan kata kaum terhadap nabi didalam al-Qur'an, maka yang dimaksudkan adalah pengikutnya"

وقال البيهقى: وذلك لما وجد فيه من الفضيلة الجليلة والمرتبة الشريفة للإمام أبى الحسن الأشعرى رضى الله عنه فهو من قوم أبى موسى وأولاده الذين أوتوا العلم ورزقوا الفهم مخصوصاً من بينهم بتقوية السنة وقمع البدعة بإظهار الحجة ورد الشبهة ".ذكره ابن عساكر في تبيين كذب المفتري.

Dan telah berkata Imam Bayhaqy " Demikian itu karena telah nyata di temukan keutamaan besar dan dan kedudukan yang sangat mulia pada dari Imam Abu Hasan al Asy'ari Rodiyallahu anhu. Beliau adalah dari kaum Abu Musa al Asy'ari dan termasuk anak turunya. mereka2 itu telah di beri ilmu rezki kefahaman yang di hususkan di antara mereka yaitu dengan menguatkan sunnah dan menghancurkan bid'ah dengan menampakan hujjah dan menolak segala syubhat/kekeliruan"

Mungkinkah al-Qur'an memuji kaum yang salah ???? Inilah aqidah yang haq !!! Mari kita sebarkan dan pelajari aqidah ini !!

 فالأشعرية والماتريدية هم أهل السنة والجماعة الفرقة الناجية.

sumber : maha guru assayidah sonya ade rahmawaty 

Jumat, 22 April 2011

Akhlaq Ahlul Bait

Baru saja Sayyidina Ali Zainal Abidin keluar dari rumahnya, tiba-tiba seseorang mendatanginya dan berkata, "Kau telah mencuri kantong uangku yang berisi 1000 dinar. Tidak ada yang mencurinya kecuali engkau." Orang itu lalu menghina dan mencaci. "Mari ke rumahku, akan kukembalikan uangmu," kata beliau. Beliau kemudian kembali ke rumahnya diikuti orang itu.Sesampainya di rumah, beliau memberinya uang 1000 dinar. Orang itu lalu pulang. Setelah sampai di rumah, ia terkejut melihat kantong uangnya yg berisi 1000 dinar ternyata tertinggal di rumah. Ia segera menemui Sayyidina Ali Zainal Abidin untuk meminta maaf. "Aku telah mencaci dan menuduhmu sebagai pencuri tapi kau berdiam, sabar dan santun kapadaku. Kau tidak membalas dengan perlakuan yg pantas bagiku, bahkan kau memberiku 1000 dinar. Sekarang uangku telah kutemukan, maka ambillah uang 1000 dinarmu ini." "Engkau telah kumaafkan dan 1000 dinar itu untukmu, semoga Allah memberkatimu. Kami ahlul bait jika telah mengeluarkan sesuatu tidak akan menariknya kembali." Andaikata peristiwa ini terjadi pada diri kita, kita tentu akan membalas setiap kata yang ia ucapkan dengan sepuluh kata yang lebih buruk. Akan tetapi, karena beliau bersabar dan bersikap santun, maka lelaki itu menyesal dan bertobat.

sumber : syarifah nisa barakwan

Senin, 18 April 2011

NIKMAT ALLAH YANG MANAKAH YANG KITA DUSTAKAN?

Ibnu Qudamah dalam bukunya yang terkenal, At Tawwabin, mengetengahkan kisah kalajengking, kodok, dan pemabuk, seperti disampaikan oleh Dzun Nun Al-Mishri. Pertma kali saya mengetahui kisah ini dari novel Bumi Cinta karya Habiburrahman yang kemudian saya telurusi sumber aslinya.

Suatu ketika, Dzun Nun berjalan di tepian sungai. Ia melihat seekor kalajengking melompat ke punggung seekor katak. Kemudian sang katak berenang menyeberangi sungai. Dzun Nun dengan firasatanya yang tajam berkata, “Sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi dengan kalajengking ini.”

Dzun Nun terus mengikuti perjalanan kedua mahkluk Allah tersebut hingga sampai di daratan. Lalu, Dzun Nun melihat seorang pemabuk sedang teler akibat menunggak minuman keras sementara ada ular besar yang melilit pemabuk yang pingsan itu.

Di sinilah terjadi hal yang luar biasa. Kalajengking melompat ke ular. Terjadilah pertarungan yang luar biasa sengitnya. Saling menyerang, mencabik, dan berusaha membunuh. Kalajengking dan ular sama-sama berusah saling menghabisi dan mengoyak tubuh lawannya. Namun akhirnya, ular terkapar kalah tak bernyawa.

Dzun Nun membangunkan pemuda teler ini. Ia berkata: “Hai anak muda, lihatlah betapa besar kasih sayang Allah yang telah sudi menyelamatkanmu. Lihatlah kalajengking yang telah diutus-Nya untuk membinasakan ular yang hendak membunuhmu.”

Pemuda ini berkata, “Duhai Ilahi, begitu kasihnya engkau kepada hamba yang penuh dosa ini, bagaimana halnya kasihMu kepada hamba yang taat kepada-Mu?

Sebuah kisah menarik. Sarat pelajaran dan hikmah yang layak menjadi bahan renungan bagi siapa saja. Membaca kisah tersebut membuat kita yang doyan lalai ini menghela nafas, mengingat rahmat Allah yang melekat pada kita. Padahal kita acap mengolok-olok Allah, tapi Allah tetap sayang pada kita. Tidak berhenti sedetikpun kecuali anugerah-Nya melengkapi hidup ini.

Kita bisa menemukan kasih sayang Allah pada tubuh kita. Cobalah membaca buku 7 Pilar Kehidupan yang ditulis oleh M. Ratib An-Nabulsi. Di dalamnya, terpapar keteraturan struktur tubuh kita. Cukuplah di sini kita sebut beberapa di antaranya: mulai dari rambut di kepala, selaput jala mata, telinga, lidah, ludah, aliran darah, liver, sampai permukaan kulit.

Di kepala kita terdapat 300 ribu helai rambut yang tiap helainya menyimpan akar, pembuluh darah, otot, saraf, kelenjar lunak, dan kelenjar kromoson. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Di selaput jala mata kita terdapat 10 lapisan yang di dalamnya terdapat 130 juta sel dengan 400 ribu serat saraf. Di telinga kita terdapat 30 ribu sel pendengar yang memindahkan suara terhalus. Di permukaan lidah kita terdapat papilla yaitu bagian menonjol pada selaput yang berlendir di bagian atas lidah yang dengannya kita dapat merasakan manis, asam, pahit, dan asin. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Dan tahukah kita bahwa di dalam ludah mulut, terdapat 500 ribu sel yang di tiap lima detiknya yang digantikan dengan setengah juta sel baru? Di dalam setiap 1 mm darah terdapat 500 juta keeping berputar di dalam darah dengan 1.500 putaran, menempuh jarak 1.150 km. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Di dalam liver (hati) ada 300 miliar sel yang melakukan regenerasi dalam jangka waktu 4 bulan. Tanpa liver selama 3 jam sudah cukup sebagai akhir kehidupan kita.“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Di bawah permukaan kulit terdapat 15 juta pengatur suhu tubuh, yang disebut sebagai kelenjar keringat. Pada setiap kelenjar keringat terdapat satu pengatur satu pengatur suhu untuk mengatur suhu kulit dan menormlkan kelembabannya. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Semua ada karena Allah. Jantung, mata, hati, ginjal, telinga, hidung, lidah, tangan, ludah, aliran darah, dan anggota tubuh lainnya yang melekat pada diri ini adalah titipan-Nya yang diberikan secara cuma-cuma.

Wahai kita yang amalnya sedikit dibanding maksiatnya, nikmat Allah yang manakah yang telah kita dustakan? “Dan pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak memperhatikannya.” (Qs. Adz-Dzariyaat: 21)

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Al-Araf: 23)

sumber: alhabib ali akbar bin agil (malang)

Minggu, 10 April 2011

Luasnya Ampunan Allah

Suatu hari, ada seseorang datang menemui Rasul SAW. dan berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan dosa besar, bagaimana cara menebus dosa-dosa yang telah kulakukan?

Kata Rasul, “Manakah yang lebih besar, dosamu atau petala langit ?
“Dosaku lebih besar.”
“Manakah yang lebih besar, dosamu ataukah Kursi-Nya Allah?”
“Dosaku.”
“Manakah yang lebih besar, dosamu atau Singgasana-Nya Allah?”
“Dosaku.”
“Manakah yang lebih besar, dosamu atau ampunan Allah?”
“Tentu saja ampunan Allah.”

Setelah itu Rasul saw bertutur, “Hendaknya engkau berjihad di jalan Allah”.
Dijawab olehnya, “Wahai Rasul, aku ini orang yang paling penakut. Sekiranya tidak ada keluargaku yang menemaniku di waktu malam maka aku tidak berani keluar.”
“Kalau begitu, seyogyanya engkau melakukan puasa.”
“Demi Allah, wahai Rasul, aku tidak pernah merasakan perut kenyang sama sekali meski dengan sepotong roti.”
“Hendaknya kau menunaikan salat malam.”
“Wahai Rasul, sekiranya keluargaku tidak membangunkanku untuk salat Subuh, aku tidak akan menunaikan salat subuh.”

Mendengar penuturan salah seorang sahabat ini, Rasul tersenyum hingga nampak gigi gerahamnya. Kemudian beliau berkata, “Kalau begitu, bacalah dua kata yang ringan diucapkan namun mempunyai bobot dalam timbangan pahala Allah serta dicintai oleh-Nya, yaitu: “Subhanallah wa bi hamdih, Subhaanallahil `Adziim.”
***
Sebanyak dan sebesar dosa seseorang, Allah pasti akan mengampuni, asalkan ia betul-betul bertaubat. Allah SWT telah berjanji dalam Al-Quran:

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.  Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” (QS. Hud [11]: 03)

Suatu saat, Al-Rabi` bin Haitsam berkata kepada kawan-kawannya, “Tahukah kalian, apa yang dimaksud dengan “penyakit”, “obat” dan “kesembuhan” itu?
Mereka menjawab, “Kami tidak tahu.”

“Yang dimaksud dengan penyakit adalah perbuatan dosa,  sedang obatnya ialah membaca istighfar serta kesembuhannya adalah bertaubat kepada Allah, tidak mengulanginya kembali.”

Di sini, Al-Rabi memandang obat, penyakit, dan kesembuhan dari aspek batin. Hati seseorang yang berkubang dosa akan mudah tertular penyakit. Jika hati telah sakit berarti membutuhkan obat guna memperoleh kesembuhan.

Hati yang sehat adalah hati yang tiap kali sakit, diobati dengan obat taubat ampun yang berujung pada sikap konsisten mengkonsumsi obat kesembuhan.

Taubat berasal dari kata taaba yang artinya kembali. Secara syara` taubat artinya kembali ke jalan Allah setelah melakukan perbuatan dosa. Imam Nawawi membagi taubat ke dalam dua bagian, yaitu (1) taubat dari dosa yang berhubungan dengan Allah dan (2) taubat dari dosa terhadap sesama manusia.

Untuk yang pertama ada tiga syarat agar taubatnya diterima, yaitu berhenti dari maksiat, menyesal, dan bertekad tidak akan mengulanginya.

Untuk yang kedua, selain ketiga syarat tadi ditambah dengan mengembalikan hak-hak orang yang didzalimi. Caranya bisa dengan minta maaf atau mengembalikan haknya.

Perlu kita sadari, sebagai manusia yang tak pernah luput dari kesalahan, Tangan Allah terbuka tiap waktu bagi orang yang mau bertaubat. Dinyatakan oleh Rasulullah SAW: “Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertaubat. (Ini akan terus berlaku) hingga matahari terbit dari arah Barat.” (HR. Muslim).

Allah akan mengampuni semua dosa, sekalipun dosanya sepenuh isi bumi, “Wahai manusia, sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi kemudian kamu bertemu Aku dengan dalam keadaan tidak menyekutukan Aku dengan suatu apapun, niscaya Aku datang kepadamu dengan membawa ampunan seisi bumi pula,” demikian bunyi hadits qudsi yang diriwayatkan Imam Turmudzi.

SUMBER :  HABIB ALI AKBAR BIN AGIL

Rabu, 06 April 2011

Waliyullah memang Rahasia Allah

Syeh Syihabudin Al Qalyubi menyebutkan dalam kitab karanganya ”An Nawadir”, bahwa Allah SWT merahasiakan 5(Lima) hal dalam 5(Lima) hal. salah satunya adalah Allah merahasiakan keberadaan kekasih-Nya(wali-Nya) di antara manusia.
Untuk apa? Tidak lain adalah agar kita berhati-hati atau menghormati kepada semua orang.
Karena kita tidak tahu siapa orang yang kita selalu kita temui, boleh jadi menurut kita orang biasa/hina tapi ternyata ia adalah waliyullah, maka dengan begitu kita harus menghormati semua orang. Dan memang waliyullah adalah Rahasia Allah, hanya orang-orang pilihan saja yang tahu keberadaan wali-wali Allah sampai sampai di dunia per-wali-an muncul ”Pameo”:

لايعرف الوالي إلاالوالي

”Tidak ada yang mengetahui bahwa seseorang itu wali kecuali ia sendiri wali”.
Wali tidak lebih adalah seorang manusia, sama seperti kita-kita ini, hanya saja ia mempunyai derajat yang tinggi di hadapan Allah, sehingga ia menjadi kekasih Allah.
Mengenai kerahasiaan wali di antara para manusia ini saya teringat apa yang dikisahkan oleh guru saya Mbah Kyai Solichun (PonPes Nurul Hasan, Geger Tegalrejo) sewaktu saya sowan kepada beliau. beliau bercerita, bahwa pada suatu hari Mbah Kyai Marzuqi Lirboyo kedatangan seorang tamu. Tidak seperti pada hari-hari biasanya, di mana tamu yang sowan adalah kyai atau santri berpakaian rapi. Tamu beliau kali ini memang lain dari yang lain, bermata sipit seperti orang keturunan tionghoa(bhs jawa: koyo wong cino), memakai celana pendek dan membawa seekor anjing yang diikat dengan tali.
Pada saat yang bersamaan Mbah Kyai Mahrus (adik Kyai Marzuqi) memperhatikan tamu yang datang ini dari kejauhan.
Tanpa disangka ternyata Mbah Kyai Marzuqi menyambut tamu ini dengan penuh hormat, mencium tanganya dan melayani tamu tersebut secara istimewa.
Karena terkejut dengan sikap Mbah Kyai Marzuqi teradap tamunya, maka setelah tamu tersebut pamitan, Mbah Kyai Mahrus bergegas bertanya kepada Mbah Kyai Marzuqi siapakah tamu beliau tadi dan mengapa Mbah kyai menyambut dengan penuh hormat (bhs Jawa:munduk-munduk), mencium tangan dan melayaninya dengan khidmat.
Mbah Marzuqi menjawab:”Kae mau Nabi Khidir, ngabari aku nek patang puluh dino maneh aku mati” (itu tadi nabi Khidir, memberitahuku bahwa 40 (empat puluh) hari lagi aku mati.”
Dan memang benar, Mbah Kyai Mahrus menghitung tepat 40 (empat puluh) hari setelah kedatangan tamu tersebut, Mbah Kyai Marzuqi dipanggil menghadap Allah SWT.
Wali memang rahasia Allah….
Wallahu A’lam.

SUMBER : TERONG GOSONG

Mengenal Rubat Tarim "HADHRAMAUT"

Sekilas mengenal profil pesantren Rubat Tarim yang telah banyak menelorkan ulama besar di Asia Tenggara, Afrika dan penjuru dunia lainnya Pendahuluan

Kota Tarim sejak dulu merupakan pusat ilmu dan penyebaran agama Islam, pakar sejarah mengatakan demikian. Kerena, melalui perantau yang berasal dari kota ini pada khususnya dan Hadramaut pada umumnya Islam menyebar hingga ke Timur Asia, India, Indonesia, Malaysia, Berunei Darussalam, Fhilipina, Singapura, juga belahan Afrika, Kongo, Somalia, dan Sudan.
Mereka para muhajirin tersebut pergi untuk berdakwah, dan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka berdagang, hingga negeri-negeri yang dulunya kafir berubah menjadi negeri-negeri Islam.

Sayyidina Imam Ahmad bin Hasan al-Attas menyebutkan bahwa sebagian ulama Tarim telah hijrah sejak lebih dari 1000 tahun lalu, diantara mereka ada yang menjadi qadhi (hakim) di Mesir, padahal negeri ini dan    al-Azharnya sudah terkenal sejak dulu sebagai pusat cendekiawan-cendekiawan muslim.

Pada abad-abad selanjutnya fenomena ini mulai berubah, jika sebelumnya para ulama hijrah dari kota Tarim Al-Ghanna ini, kini orang mulai berdatangan ke Tarim untuk menuntut ilmu. Itu terjadi baik dimasa hidup Habib Syekh Abu Bakar bin Salim, masa putra beliau Hamid dan Husin juga di masa Imam Abdullah al-Haddad. Hal ini terjadi terus menerus hingga pada paruh pertama abad ke-13 H. Kota Tarim kian dipenuhi pendatang asing, diantara mereka Sayyid Imam al-Habib Sholeh al-Bahrain, Salim bin Sa’id bin Syumaeil, Syekh Abdullah Basaudan, al-Habib Abu Bakar bin Abdullah al-Attas, dan sebagainya. Pendatang-pendatang ini tinggal di mesjid-mesjid dan juga di zawiyah-zawiyah yang ada di Tarim.    

Kota yang besarnya tidak lebih dari luas sebuah kecamatan di Indonesia ini memang sangat istimewa. Walaupun kecil namun jumlah mesjidnya saja sangat banyak, kurang  lebih 365 buah, dan zawiyah-zawiyah yang makna asalnya adalah pojok-pojok yang berfungsi sebagai tempat ibadah para ubbad (ahli ibadah). Disitu para pelajar belajar ilmu nahwu, fiqh, dan ilmu-ilmu lainnya dengan para guru-guru yang ada di tiap-tiap zawiyah atau mesjid tersebut. Seperti zawiyah Syekh Ali bin Abu Bakar as-Sakron bin Abdurrahman as-Seqqaf yang diasuh oleh al-Allamah Mufti Diyar Hadramiyah al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur, kemudian zawiyah mesjid Sirjis dan Awwabin dengan Syekh al-Allamah Muhammad bin Ahmad al-Khatib, zawiyah mesjid Nafi’ diasuh al-Allamah Syekh Ahmad bin Abdullah al-Bakri al-Khatib (setelah wafat guru beliau yang juga pendiri zawiyah tersebut, al-Allamah Ahmad bin Abdullah Balfaqih pada tahun 1299 H, dan setelah wafat al-Habib Abu Bakar bin Abdullah Bakar al-Khered), kemudian mesjid Suwayyah pengajarnya juga Syekh Ahmad, mesjid bani Hatim (sekarang dikenal dengan mesjid ‘Asyiq) mudarrisnya al-Allamah Alwi bin Abdurrahman bin Abu Bakar Al-Masyhur, zawiyah Syekh Salim bin Fadhal Bafadhal dengan pengasuh al-Habib Abu Bakar bin Abdullah          al-Kherred (meninggal tahun 1312 H) dan lain sebagainya.

 Demikinlah kegiatan-kegiatan ilmiah yang ada di kota ini begitu ramai dan tatkala pelajar dari luar Tarim kian banyak dan dirasa kian sulit mendapatkan tempat tinggal, berkumpullah para pemuka kota ini guna memecahkan masalah itu, diantara mereka dari keluarga al-Haddad, as-Sirri, al-Junaid dan al-Arfan.

Nama Perguruan

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan sebuah rubath (ma’had) yang kemudian dinamakan “RUBATH TARIM”. Persyaratan bagi calon pelajar juga dibahas pada kala itu, kriteria utama antara lain: calon santri adalah penganut salah satu mazhab dari empat mazhab fiqh (Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hambali) dan dalam aqidah bermazhab Asy’ariyah (mazhab Imam Abi Hasan Al-Asy’ari)     

Tahun Diresmikan

    Setelah membuat kesepakatan diatas dimulailah pembangunan Rubath Tarim. Untuk keperluan ini, Habib Ahmad bin Umar as-Syatiri (wafat  di Tarim tahun 1306 H) mewakafkam rumah beliau (dar muhsin) dan pekarangannya yang berada disebelah pasar di halaman mesjid Jami’ Tarim dan mesjid Babthoinah (sekarang mesjid Rubath Tarim). Wakaf juga datang dari al-Allamah al-Muhadisth Muhammad bin Salim as-Sirri (lahir di Singapura 1264 H, dan wafat di Tarim 1346 H)

    Habib Salim bin Abdullah as-Syatiri (pengasuh Rubath Tarim sekarang) menambahkan bahwa pedagang-pedagang dari keluarga al-Arfan juga mewakafkan tanah yang mereka beli di bagian timur, mereka kemudian dijuluki tujjaru ad-dunya wa al-akhirah (pedagang dunia dan akhirat). Datang juga sumbangan melalui wakaf rumah, kebun, dan tanah milik keluarga-keluarga habaib di luar Yaman, seperti Indonesia, Singapura, dan Bombosa Afrika. 

Akhirnya selesailah pembangunan Rubath Tarim di bulan Dzulhijjah tahun 1304 H dan secara resmi dibuka pada 14 Muharram 1305 H, keluarga al-Attash tercatat sebagai santri pertama yang belajar di Rubath Tarim kemudian datang keluarga al-Habsyi,begitu selanjutnya berdatangan para pelajar, baik dari Hadramaut sendiri maupun dari luar Hadramaut  bahkan dari luar negeri Yaman. Habib Ahmad bin Hasan al-Attash berkata: “Perealisasian pembangunan Rubath Tarim ini tidak lain adalah niat semua salafusshalihin alawiyiin, hal ini terbukti dengan mamfaatnya yang besar serta meluas mulai dari bagian Timur bumi dan Barat”.

Pengasuh

-  Pengasuh I   

Mufti Diyar Hadramiyah Sayyidina al-Imam al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur (pengarang kitab Bugyatul Mustarsidin), beliau  lahir di Tarim tahun 1250 H. Beliau mengasuh Rubath Tarim hingga tahun 1320 H, dengan dibantu ulama-ulama lain yang ada pada masa itu, seperti al-Allamah Syekh Ahmad bin Abdullah al-Bakri al-Khatib (1257-1331 H), al-Allamah an-Nahrir Habib Alwi bin Abdurrahman al-Masyhur (1263-1341), al-Faqih   al-Qadhi Husein bin Ahmad bin Muhammad al-Kaff (menjadi qadhi di Tarim selama dua periode, wafat 1333 H), al-Allamah as-Sayyid Hasan bin Alwi bin Sihab, al-Allamah Syekh Abu Bakar bin Ahmad         al-Bakri al-Khatib (1286-1356). Para mudarris inilah yang mengajar di Rubath Tarim sejak pertama kali dibuka pada tahun 1305 hingga tahun 1314 H.  

-  Pengasuh II

Al-Allamah al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Masyhur (lahir di Tarim tahun 1274 H), mudarris di zawiyah Syekh Ali bin Abu Bakar bin Abdurrahman as-Segaf. Beliau mengasuh Rubath Tarim sejak wafatnya sang ayah (al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur) pada tahun 1320 H dan terus berlangsung hingga tahun 1344 H ketika beliau berpulang ke rahmatullah pada tahun itu pada tanggal 9 Syawal.

-  Pengasuh III  

Al-Habib Abdullah bin Umar as-Syatiri ra (lahir di Tarim bulan Ramadhan tahun 1290 H), yang kemudian diberi mandat oleh pemuka kota Tarim untuk menjadi pengasuh ketiga yang semula menjadi wakil Habib Ali bin Abdurrahman al-Masyhur sejak tahun 1341 H jika beliau berhalangan mengajar dan telah menjadi mudarris di Rubath Tarim sejak datang dari Mekkah pada tahun 1314 H. Pada mulanya beliau belajar di kota kelahiran kepada para masyayikh di sana terutama kepada Habib Abdurrahman al-Masyhur, Habib Alwi bin Abdurrahman al-Masyhur dan Habib Ahmad bin Muhammad    al-Kaff. Kemudian beliau pindah ke Seiwun (25 Km sebelah barat laut kota Tarim) dan belajar di Rubath Habib Ali bin Muhammad bin Husien al-Habsyi selama kurang lebih empat bulan, juga kepada Habib Muhammad bin Hamid as-Segaff, dan saudara beliau Umar bin Hamid as-Segaf, serta Habib Abdullah bin Muhsin as-Segaf. 

    Pada waktu berumur 20 tahun (tahun 1310 H), beliau pergi ke Mekkah bersama orang tua beliau Habib Umar As-Syatiri, untuk menunaikan ibadah haji dan ziarah kepada Rasulullah saw. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, beliau meminta izin kepada ayah beliau untuk tinggal di Mekkah guna menuntut ilmu. Dan tercatat sejak tanggal 15 Muharram 1211 H hingga 15 Dzulhijjah 1313 H beliau belajar pada ulama-ulama di kota suci itu, diantaranya kepada Syekh al-Allamah Umar bin Abu Bakar Ba Junaid, Syekh al-Allamah Muhammad bin Said Babsheil, Habib Husien bin Muhammad bin Husien al-Habsyi (saudara Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Seiwun), Habib Ahmad bin Hasan al-Attash, dan al-Faqih al-Abid Abu Bakar bin Muhammad Syatho (pengarang kitab Hasyiyah I’anatu at-Thalibin ‘ala Fathi al-Mu’in).

    Konon ilmu nahwu sangat sulit bagi beliau, sampai beliau berujar (sebagaimana yang dituturkan putera beliau Habib Salim bin Abdullah as-Syatiri):”…..dulu saya punya kitab Kafrawi syarah al-Jurumiah yang penuh dengan air mata….. “ kerena sulitnya ilmu itu bagi beliau. Namun kemudian Allah SWT menganugerahi beliau ke-futuh-an.”….tatkala saya berada di Mekkah, semua risalah yang datang, saya taruh dibawah tempat tidur, saya berdo’a di Multazam agar Allah SWT membukakan bagi saya ilmu yang bermamfaat, dan agar ilmu saya menyebar di bumi barat dan timur, maka acap kali saya berdo’a dengan do’a ini, terlintas dalam benak, bahwa saya akan menjadi musafir yang pindah dari  negeri satu ke negeri yang lain untuk mengajar umat, akan tetapi berapa lama umur manusia untuk semua itu ?…”. Maka Allah SWT mengabulkan do’a beliau, Allah SWT memudahkan perjalanan Rubath ini, sehingga para penuntut ilmu berdatangan dari penjuru dunia, mereka menjadi ulama, dan menyebarkan ilmu mereka masing-masing maka menyebarlah ilmu beliau (Habib Abdullah bin Umar as-Syatiri) di timur dan barat.

    Sayyid Muhammad bin Salim bin Hafizd (salah seorang murid beliau) berujar:”……..Habib Abdullah bercerita kepada kami bahwa lama tidur beliau kala itu (selama balajar di Mekkah) tidak lebih dari 2 jam saja setiap harinya, beliau belajar kepada guru-gurunya sebanyak 13 mata pelajaran pada siang dan malam, serta menelaah kembali semua pelajaran itu (tiap hari)……”.

Selama kurang lebih lima puluh tahun beliau mengajar di Rubath Tarim (1314-1361 H) selama itu hanya enam jam beliau berada dirumah, sedang delapan belas jam dari dua puluh empat jam tiap hari, beliau berada di Rubath Tarim untuk mengajar dan memimpin halaqah-halaqah ilmiah, jumlah murid yang telah belajar di Rubath Tarim tak dapat diketahui secara pasti jumlahnya. Dalam biografi Habib Muhammad bin Abdullah al-Hadar (salah seorang murid di Rubath Tarim) menyebutkan bahwa lebih dari 13.000 alim telah keluar dari Rubath Tarim di bawah asuhan Habib Abdullah bin Umar as-Syatiri.


-   Pengasuh IV  

Al-Habib Hasan bin Abdullah bin Umar as-Syatiri.

-   Pengasuh V 

Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar as-Syatiri (pengasuh sekarang).

Luas Bangunan

Saat ini, bangunan Rubath Tarim yang luasnya sekitar 500 m persegi ini menampung pelajar dari berbagai belahan dunia terutama pelajar Indonesia yang hampir mendominasi warga Rubath Tarim.

Sistem Belajar

Sejak berdiri hingga sekarang (kurang lebih 121 tahun) pengajian di Rubath Tarim dilaksanakan dengan sistem halaqah yang dibimbing oleh para masyayikh. Klasifikasi ini disesuaikan dengan tingkatan masing-masing pelajar. Tiap halaqah mengkaji berbagai fan keilmuan tak kurang dari sepuluh halaqah sejak pagi hingga malam mengkaji ilmu-ilmu agama dan diikuti oleh para pelajar dengan disiplin dan khidmat.

Kitab-Kitab Yang Dipelajari

Adapun kitab-kitab yang dikaji pada tiap halaqah disesuaikan dengan kemampuan pelajar (semacam tingkatan kelas), antara lain:

    *    Umdah
    *    Fathul mu’in
    *    Minhajut Thalibin dan sarahnya
    *    Nahwu
    *    Fawaid Sugro dan Kabir
    *   Matan al-Jurumiah
    *    Al-Fushul al-fikriah Fiqh
    *    Ar-risalatul al-Jamiah
    *    Safinatun Najah
    *    Mukhtasar Shogir
    *    Mukhtasar Kabir
    *   Abi Syuja’
    *   Fathul Qarib
    *   Zubad
    *   Mutammimah -
    *  Qatrun Nida
    *   Syaddzu adzhab
    *   Alfiah Ibnu Malik
    *   Zawaid (tambahan) Alfiah Ibnu Malik

Setelah menamatkan kitab-kitab diatas para pelajar melanjutkan pada materi-materi lain, seperti Hadist, Tafsir, Usul fiqh.

Waktu Belajar

Para pengurus Rubath Tarim memperhatikan semua aktifitas pelajar dengan secara cermat. Jadual rutinitas keseharian para pelajar dimulai sejak sebelum shalat Subuh dengan melaksanakan shalat Tahajud, dilanjutkan shalat Subuh berjamaah di mesjid Babthoin, disertai pembacaan aurad.

Baru kira-kira pukul 05.00 s.d 07.00 pagi, digelar pengajian nahwu atau lebih akrab disebut dars nahwu. Setelah itu para pelajar dipersilahkan makan pagi. Pada jam 07.30 dilaksanakan mudzakarah tiap halaqah selama sekitar setengah jam untuk persiapan pengajian yang akan di pelajari bersama masyayikh yaitu hafalan matan sampai pukul 09.00.

Selama tiga jam berikutnya adalah waktu istirahat hingga Dzuhur, setelah menunaikan shalat Dzuhur diadakan hizb (tadarus) al-Qur’an selama setengah jam. Setelah itu para pelajar dianjurkan tidur siang untuk persiapan mengaji pada sore hari.

Pada pukul 15.00 setelah shalat ashar berjamaah, semua pelajar mengaji tiap halaqah sampai pukul 17.00, setelah shalat magrib dilanjutkan dengan hizb (tadarus) Al-Qur’an dan pengajian halaqah sampai pukul 20.15. Setelah makan malam para pelajar diharuskan mengikuti halaqah selama setengah jam untuk persiapan pelajaran pagi.

Staf Pengajar

1.    Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar as-Syatiri
2.    Syekh Abu Bakar Muhammad Balfaqih
3.    Syekh Umar Abdurrahman al-Atthas
4.    Syekh Abdullah Abdurrahman al-Muhdhar
5.    Syekh Muhammad Ali al-Khatib
6.    Syekh Muhammad Ali Baudhan
7.    Syekh Abdullah Umar bin Smith
8.    Syekh Abdurrahman Muhammad al-Muhdhar
9.    Syekh Hasan Muhsin al-Hamid
10.    Syekh Abdullah Shaleh Ba’bud
11.    Syekh Muhammad Al-Haddad
12.    Syekh Abdullah Umar Bal Faqih
Selain para masyayikh diatas, para senior juga diwajibkan membimbing halaqah tingkat bawahnya.

Fasilitas

    *     50 kamar
    *     Wartel
    *    Toserba
    *     Perpustakaan

Penutup

Sebagian ulama yang telah belajar di Rubath Tarim , antara lain:

-    Al-Imam Syaikhul Islam al-Habib Muhammad bin Abdullah        al-Haddar (1340-1418 H), mufti propinsi Baidha, Yaman dan pendiri Rubath al-Haddar lil ulumus Syariat.
-    Al-Allamah Habib Hasan bin Ismail bin Syekh, pendiri Rubath Inat Hadramaut.
-  Al-Allamah al-Habr, pejabat qadhi as-syar’i Baidha, Habib Muhammad bin Husien al-Baidhawi.
-   Al-Habib Abdullah bin Abdurrahman Ibn Syekh Abu Bakar bin Salim, pendiri Rubath Syihir.
-   Al-Habib Husien al-Haddar, ulama besar kelahiran Indonesia dan meninggal di Mukalla Hadramaut.
-  Al-Habib Muhammad bin Salim Bin Hafizd Ibn Syekh Abu Bakar bin Salim, pengarang dari berbagai kitab fikih dan faraid ayah dari al-Habib Ali Masyhur bin Hafizd dan al-Habib Umar bin Hafizd pendiri ma’had Dar Al-Musthafa Tarim Hadramaut.
- Al-Habib al-Wara’ as-Shufi  Ahmad bin Umar as-Syatiri, pengarang kitab Yakutun Nafis, Nailurraja’ syarah Safinatun Naja  dan sebagainya.
- Al-Habib Muhammad bin Ahmad as-Syatiri, pengarang kitab Syarah Yaqutun Nafis, Mandzuma Al-Yawaqit fifanni Al-Mawaqit (ilmu falaq), kitab Al-Fhatawa Al-Muassyirah dan sebagainya.
- Al-Allamah Syekh Muhammad bin Salim al-Baihani, pendiri ma’had Al’ilmi, Aden.
- Al-Allamah Habib Muhammad bin Ali bin Abdurrahman al-Habsyi, Jakarta, Indonesia.
- Al-Wajih an-Nabil al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Balfaqih (wafat tahun 1381 H), pengasuh ma’had Darul Hadist al-Faqihiyyah, Malang, Indonesia.
- Al-Faqih an-Nabil pejabat qadhi as-syar’i Banjarmasin Syekh Ahmad Said Ba Abdah.
-   Habib Abdullah al-Kaff, Tegal, Indonesia.
-    Habib Ahmad bin Ali al-Attas, pekalongan.
-    Habib Abdurrahman bin Syekh al-Attas, Jakarata.
-    Habib Abdullah Syami al-Attas, Jakarta.
-    Syekh al-Allamah Umar Khatib, Singapura.
-    Habib ‘Awad Ba ’Alawi, sesepuh ulama Singapura.
-    Syekh Abdurrahman bin Yahya, qadhi Kelantan, Malaysia.
-    Sayyid al-Muhafizd al-Majid al-Adib Hamid bin Muhammad bin Salim bin Alwi as-Sirri, pengajar di Rubath Tarim dan Jam’iyatul al-Haq di kota yang sama, kemudian pindah dan mengajar di Malang, Indonesia.
-    Habib Alwi bin Thohir Al-Haddad, Mufti Johor, Malaysia.

Dan banyak lagi para ulama yang telah belajar di Rubath Tarim ini, yang tak mungkin disebutkan nama-nama mereka yang mencapai ribuan. Habib Alwi bin Muhammad bin Ahmad al-Muhdhar di Indonesia, berkata:”…tak kutemukan satu daerah atau pulau di Indonesia yang saya masuki, kecuali saya dapati orang orang yang menyebarkan ilmu disana adalah alumni Rubath Tarim ini atau orang yang belajar kepada orang yang telah belajar disini…”.

Habib Musthafa bin Ahmad al-Muhdar menulis pada sebagian surat beliau kepada ahli Tarim: ”Ilmu as-Syatiri (Habib Abdullah bin Umar as-Syatiri) teruji dengan penyebarannya menyebar ke segala penjuru, dari daerah yang satu ke daerah yang lain, menyebar ke Hindia, China, negara-negara Arab, Somalia, Malabar, dan sebagainya..”.

Sayyid Muhammad bin Salimwalaikum sala bin Hafizd menambahkan (Habib Abdullah as-Syatiri) berhak mengatakan jika beliau mau sebagaimana yang dikatakan Imam Abi Ishaq as-Syairozi tatkala memasuki Khurasan,”tak aku dapati disatu kota pun dari kota-kota disana, Qadhi atau Alim kecuali dia adalah muridku atau murid dari muridku..”

    Demikianlah sekelumit sejarah Rubath Tarim yang panjang dan agung, yang telah belajar di sana beribu-ribu ulama, al-allamah, faqih, mufti, qadhi, syair bahkan para aulia Allah SWT. Dan saat ini Rubath Tarim telah memasuki usia yang ke-121 tahun, ratusan pelajar dari Yaman, Indonesia, Malaysia, Singapura, Tanzania, Afrika, dan sebagainya tengah menimba ilmu di sana, di bawah asuhan al-Allamah Habib Salim bin Abdullah as-Syatiri.

Allahumma ya Man waffaqa ahla al-khoir  li khoiri wa a’annahum ‘alaihi, waffiqna lil khoiri   wa a’innaa ‘alaihi, Amin…
(berbagai sumber)

*diambil melalui : http://indo.hadhramaut.info/view/363.aspx

SUMBER LAINNYA: TANTE LIA (SYARIFAH NUR AMALIYA)